Pengertian dan Contoh Majas Satire


Pengertian dan Contoh Majas Satire - Majas satire merupakan salah satu jenis majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal dengan menekankan terhadap makna yang akan ditujukan. Pada umumnya majas satire sering kali digunakan sebagai gaya bahasa sindiran, ejekan, dan seni bahasa komedi terhadap suatu hal. Agar lebih jelas, perhatikan beberapa jenis majas satire dalam kalimat berikut beserta penjelasannya!

Contoh :

1. Kopi ini terasa begitu pahit dan engkau seolah tidak merasakannya, apakah harga gula sedang mahal?
Penjelasan :
Contoh kalimat majas satire di atas terdapat kalimat yang menguatkan dengan penegasan makna dalam suatu kalimat tanya berupa “Apakah harga gula sedang mahal?”. Makna yang ingin disampaikan dari majas tersebut ialah rasa kopi yang begitu sangat pahit, namun seseorang itu tak ingin peduli dengan rasa kopi yang dibuatnya untuk orang lain. Kemudian, kalimat ini diperkuat dengan adanya gaya bahasa sindiran pada kalimat tanya yang merupakan salah satu ciri dari majas satire itu sendiri.

2. Wah, kamu termasuk orang yang bersih dan rapi hingga keadaan kamar selalu dalam kondisi seperti kapal pecah.
Penjelasan :
Kalimat di atas merupakan contoh majas satire yang diarahkan untuk menyinggung seseorang dengan penguatan makna pada kalimat “Selalu dalam kondisi seperti kapal pecah”. Maksud dan tujuan dari majas ini adalah menyampaikan secara halus yang ditekankan pada kalimat “Wah, kamu termasuk orang yang bersih dan rapi”, padahal makna dari kalimat tersebut untuk menyinggung seseorang yang tidak bisa bersikap bersih dan rapi sehingga tidak dapat membersihkan kamar yang sangat berantakan.

3. Coba pandanglahlah dan malu sedikit dengan tubuhmu yang besar itu! Mengangkat barang yang tidak terlalu berat saja kau sudah mengeluhnya tak terkira.
4. Kau berbicara sangat terlalu jujur, sehingga tanpa sengaja telah menyayat perasaannya.
5. Telingamu sudah tidak dapat berfungsi dengan baik lagi ya! Berulang kali kami memanggilmu dari luar namun tetap saja tidak ada jawaban.
6. Apakah kau tidak tahu dengan rasa terimakasih? Teganya kau memfitnahku di depan para saudagar itu.
7. Apakah kau sudah lumpuh? Menengok orangtuamu saja kini sudah tidak bisa lagi.
8. Dia telah buta! Hingga tak mampu lagi melihat orang-orang disekitarnya sedang kesusahan.
9. Lidahmu sudah tidak lagi bertulang ya! Bisa semudah itu kau lontarkan kata-kata keji terhadapnya.
10. Sudah tau di depanmu ada lemari, masih saja di tabrak. Apakah penglihatanmu bermasalah.
11. Makanan ini sudah terasa sangat pedas, tapi masih saja ingin kau tambahkan sambal. Sudah mati rasakah mulutmu!
12. Rambut sudah panjang hingga menyapu lantai, akan tetapi masih saja kau tidak merasa risih.
13. Dirimu tidak sadarkah kini berat badan semakin bertambah? Masih saja makan dengan pola yang berlebihan.
14. Tak memiliki rahangkah mulut itu? Dengan mudahnya mulutnya senang sekali memerintah orang.
15. Ringan sekali tangan majikanmu! Hingga berani-beraninya memukul karyawannya dengan segagah itu.
16. Sudah tau tertimpa tangga itu sangat sakit, tapi masih saja dilakukan demi kepuasan yang tak ada nilainya.
17. Tubuh sudah seperti papan tak berdaging, masih saja ingin diet yang mengancam kesehatannya.
18. Mungkin tangannya terbuat dari besi, sampai memegang apipun dirasa tidak panas lagi.
19. Kau sungguh tidak pandai membaca keadaan! Di tengah hari siang bolong gini kau ajak berlari.
20. Nyaris terasa pahit! Sudah tau rasanya sangat asin, masih saja ditambah dengan bongkahan garam yang melimpah.
21. Suara musik itu sangat keras, apakah pendengaranmu sedang terganggu?
22. Sudah tau warna daun itu hijau, tapi masih saja kau anggap warna kuning. Apa matamu tidak berfungsi dengan normal?
23. Apa paru-parumu emang terbuat dari baja? Masih saja lanjut merokok sampai kesehatanmu nyaris tersiksa.
24. Permasalahan semudah ini saja tidak dapat diselasaikan dengan baik, apa kau tidak pernah menduduki bangku sekolah.
25. Mungkin dia sedang buta warna! Jelas-jelas lampu rambu lalu lintas sedang berwarna merah masih saja tidak mau berhenti.
26. Sanak saudara sedang berkunjung, akan tetapi tampilan wajahmu sangat masam sekali.
27. Jalan memang licin, tapi masih saja berani-beraninya melaju dengan kencang. Apakah tubuhmu sudah kokoh?
28. Dikasihani juga tetap saja tidak mengerti, mungkin hati dan perasaannya telah mati hingga sulit dinasehati.
29. Kau taukan pengorbanan untuk memilikimu tak mudah, apa kau menyadari hingga ragamu kaku tak peduli.
30. Ambil sendiri barang yang engkau inginkan, memang sudah tak punya kaki sehingga engkau selalu merintah orang lain.
31. Sudah diingatkan jangan lagi melakukan hal yang membuat kebencian, tapi masih saja dilakukan. Apakah kau tuli?
32. Perjuangan berat yang telah ditempuh kedua orang tua untuk membesarkanmu. Namun, jasadmu keras hingga tak ingin lagi berbakti kepada keduanya.
33. Dari tadi dia mondar-mandir di depan sana, namun sekalipun kau tidak menyapanya. Apakah bibirmu sedang dipenjara?
34. Sentuhanmu halus hingga setiap geraknya menyayat relung perasaan seseorang yang paling dalam.
35. Masih saja jalan seperti siput! Kau taukan kini telah terlambat sampai ke kantor dengan waktu beberapa jam yang lalu.
36. Enak sekali masakan ini, sampai-sampai dapat membunuh lambung yang telah terisi

Sumber :

Pengertian dan Contoh Majas Satire Pengertian dan Contoh Majas Satire Reviewed by Yoga Winando on April 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.