Pengertian dan Contoh Majas Ironi


Pengertian dan Contoh Majas Ironi - Majas ironi ialah sebuah pengungkapan bahasa lisan ataupun tulisan dengan gaya bahasa yang mengutarakan maksud serta tujuannya dengan pemaknaan yang bertolak belakang atau berlawanan dengan kondisi sesungguhnya. Esensi dari penyampaian maksud dan tujuan dalam majas ini adalah sebagai bentuk sindiran, kritikan, teguran, peringatan, dan lainnya. Berdasarkan bentuk dan tujuan penyampaiannya, majas ini digolongkan ke dalam jenis majas pertentangan dan sindiran.  Majas ini digolongkan ke dalam jenis majas pertentangan karena diantara dua hal yang disampaikan merupakan dua hal yang bertolak belakang satu sama lain. Sedangka jika ditinjau dari sisi esensinya, majas ini berisikan teguran yang berupa sindiran, sehingga digolongkan ke dalam majas sindiran.

Agar lebih jelas, perhatikan beberapa contoh majas ironi dalam kalimat beserta penjelasannya berikut:

1. Anda ini memang benar-benar memegang prinsip kedisiplinan yang sejati, buktinya adalah anda telah terlambat satu jam dari waktu yang telah disepakati.
Penjelasan :
Majas ironi yang terdapat pada kalimat di atas ditunjukkan dengan adanya peryataan yang bertolak belakang pada kondisi sebenarnya yakni dalam penggalan kalimat “anda ini memang benar-benar memegang prinsip kedisiplinan sejati …”. Peryataan tersebut tentu berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya yang dijelaskan pada penggalan kalimat kedua yakni “…anda telah terlambat satu jam dari waktu yang telah disepakati.” Maksud penyampaian pada penggalan pertama adalah sebagai bentuk sindiran atau teguran. Unsur sindiran ini merupakan indikator termuatnya majas ironi dalam kalimat.

2. Para pemangku kebijakan di negeri ini nampaknya telah berhasil membuat rakyatnya sejahtera, buktinya masih banyak warga masyarakat yang hidup jauh dari kata layak dan sejahtera.
Penjelasan :
Unsur majas ironi pada kalimat di atas ditunjukkan dengan adanya peryataan yang bertolak belakang atau bertentangan satu sama lain. Fakta yang terdapat pada kalimat termuat dalam penggalan kalimat “… masih banyak warga masyarakat yang hidup jauh dari kata layak dan sejahtera.” Fakta tersebut dijelaskan dengan sindiran yang berbentuk peryataan yang bertentangan atau bukan dalam artian yang sebenarnya.

Selanjutnya perhatikan kembali beberapa contoh majas ironi dalam kalimat 3 – 27 berikut ini!

3. Sungguh kau adalah orang yang menepati janji, kau bilang hari ini hutangmu akan kau lunasi, lantas bagaimana kau akan menjelaskan ke-tidak konsistenanmu?
4. Tulisan tanganmu sangat bagus dan rapi, sampai-sampai aku bingung untuk membacanya.
5. Kamar pribadimu sangat rapi dan bersih, sehingga aku pun tak kuasa untuk masuk ke dalamnya.
6. Hasil olah ragamu selama ini sudah mulai terlihat, lihatlah seluruh tubuh yang dipenuhi oleh lemak itu!
7. Cecep adalah anak yang rajin beribadah, tak sekalipun dahinya menyentuh tanah untuk bersujud di hadapan Tuhan-Nya.
8. Kau memang jagonya meredam konflik, dua orang itu semakin bertengkar karena kata-katamu barusan.
9. Tak kusangka kau sangat ahli dalam memasak, kaldu ini jadi seperti air laut di lidahku.
10. Engkau sungguh rendah hati, sejak tadi yang kau bicarakan hanyalah prestasi dan kelebihan-kelebihan yang ada pada dirimu.
11. Matahari terlihat sangat terang di tengah hari ini, bukankah hari ini sangat sejuk sekali?
12. Perusahaan besar itu sangat memperhatikan nasib para karyawan-karyawannya, sehingga tak satupun dari pekerjanya yang digaji secara utuh selama dua bulan bekerja.
13. Apakah telepon genggam milikmu ini adalah benda prasejarah, sehingga tak sedikitpun fitur canggih kutemukan di dalamnya?
14. Anton adalah anak yang rajin belajar, setiap hari ia tak pernah mengerjakan PR dan hanya bermain saja.
15. Sungguh kau adalah anak yang pandai bergaul dalam pergaulan yang baik, terbukti dengan dirimu yang selalu berkumpul dengan anak-anak nakal.
16. Kau ini sangat harum sekali, sesekali carilah air untuk membasuh tubuhmu!
17. Rapi sekali rambutmu itu, sehingga aku rasa kau harus memotongnya.
18. Para ibu ini begitu tenang pada saat sedang arisan, sampai-sampai rumahku ini mendadak menjadi sebuah pasar kaget yang ramai.
19. Syukurlah, tempat ini mendadak menjadi sebuah sauna dengan matinya seluruh pendingin ruangan di wilayah ini.
20. Bu Listina mengajarkan mata pelajaran matematika dengan sangat baik sehingga para murid dibuat bingung olehnya.
21. Budi adalah seorang anak yang tegar dan pemberani, tak heran jika ia selalu saja menangis meskipun berada di dalam kamarnya sendiri pada saat gelap.
22. Sari adalah seorang gadis yang rajin dalam hal kebersihan rumah tangga, sampai-sampai seluruh isi rak piring berpinda di tempat pencucian.
23. Pak Mintoro dikenal sebagai seorang tokoh yang rendah hati, sehingga setiap orang tak betah berlama-lama dengannya yang selalu menceritakan kelebihan yang ada padanya.
24. Mie goring buatanmu adalah makanan terlezat di seluruh nusantara, sehingga aku pun tak kuasa untuk memasukkan benda itu ke dalam mulutku.
25. Teh racikan tanganmu adalah minuman yang sangat luar biasa, hampir-hampir seluruh ampas daun mendominasi di dalam satu gelas.
26. Kau ini memang seorang pembicara hebat, sedikit-sedikit kau menceramahi orang lain yang menurutmu lebih rendah darimu.
27. Azka adalah seorang anak yang murah senyum, sehingga sulit sekali orang lain untuk mendapatkan sikap ramah dari senyumannya itu.

Pengertian dan Contoh Majas Ironi Pengertian dan Contoh Majas Ironi Reviewed by Yoga Winando on April 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.