Pengertian dan Contoh Majas Elipsis


Pengertian dan Contoh Majas Elipsis - Majas ellipsis adalah suatu pengungkapan gaya bahasa tulis ataupun lisan yang mengungkapkan esensi makna, maksud, serta tujuannya dengan menghilangkan salah satu dari unsur pola kalimat dalam sebuah kalimat atau wacana. Penghilangan unsur/pola kalimat pada wacana  dilakukan guna menambah kesan estetis pada pengungkapan serta esensi penyampaiannya. Agar lebih jelas, perhatikan beberapa contoh majas elipsis di dalam kalimat berikut ini :

·         Kakak baru akan dari Bandar Lampung siang nanti.
Penjelasan :
Pada contoh kalimat pertama unsur / pola kalimat yang dihilangkan ialah predikat verbal “berangkat.”

·         Nenek Dasimah ke toko daging untuk membeli usus ayam dan hati sapi.
Penjelasan :
Kalimat contoh kedua di atas menghilangkan unsur kalimat predikat verbal yakni “pergi” setelah subyek (nenek Dasimah).

·         Deska ke kantor dengan mengendarai sepeda motor matic baru miliknya.
Penjelasan :
Majas elipsis yang terdapat pada kalimat contoh ke-tiga di atas melakukan penghilangan unsur predikat verbal (beragkat) setelah subyek (Deska).

·         Ihda dan Ela segera ke dapur untuk beraktivitas sebagaimana biasanya yakni memasak dan berberesan rumah.
Penjelasan :
Pada kalimat di atas penghilangan unsur predikat verbal terdapat setelah subyek “Ihda dan Ela” yakni “menuju.”

·   Yang telah melakukan hal ini adalah orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan. (penghilangan subyek kata ganti orang ke-dua)
Penjelasan :
Pada kalimat contoh di atas, unsur majas elipsis terdapat pada penghilangan unsur kalimat subyek ia, dia, kata sapaan / nama seseorang (kata ganti orang ke-dua).

Selanjutnya perhatikan contoh majas elipsis dalam kalimat 6- 40 berikut :

·         Yang sedang menulis cerpen itu adalah sahabat baikku. (penghilangan unsur subyek)
·         Minuman itu telah habis oleh Deni dan teman-temannya. (penghilangan unsur predikat verbal “diminum”)
·      Setiap pagi para karyawan itu ke kantor dengan menggunakan sepeda. (penghilangan unsur predikat verbal “pergi”)
·   Para tenaga guru bantu atau honorer berencana akan ke kantor walikota Metro untuk melakukan unjuk rasa. (penghilangan unsur pola kalimat verbal “menuju”)
·    Enty Yulita selalu belajar setelah pulang sekolah. (penghilangan unsur obyek setelah unsur predikat “belajar”)
·   Tyah bermain bersama teman-teman sekelasnya. (penghilangan unsur obyek setelah unsur predikat “bermain”)
·     Yang bertubuh kekar itu adalah adik dari ayahku. (penghilangan unsur subyek kata ganti orang ke-dua)
·      Bibi Humairah membungkuskan untuk bekal makan siangku nanti. (penghilangan unsur obyek setelah unsur predikat “membungkuskan”)
·     Segenggam beras itu telah habis oleh anak ayam yang dipelihara oleh kakek. (penghilangan unsur predikat verbal intransitive “dimakan”)
·         Dina meminum susu. (penghilangan unsur keterangan)
·         Arifin membeli mainan. (penghilangan unsur keterangan)
·         Ela akan ke madrasah pagi ini. (penghilangan unsur predikat verbal “pergi”)
·         Ridho akan ke kantor siang nanti dengan mengendarai sepeda motor barunya. (penghilangan unsur predikat verbal “menuju” atau “pergi”)
·    Joni dan Iskandar baru saja dari kampung malam tadi. (penghilangan unsur predikat verbal “datang”)
·         Laila ke dapur setelah shalat subuh. (penghilangan unsur predikat “menuju” atau “pergi”)
·         Ihda membaca di beranda rumah. (penghilangan unsur obyek)
·         Pak Rusminto di hadapan para siswa pada jam pelajaran. (penghilangan unsur predikat verbal “berbicara” atau “mengajar”)
·         Yang mengajar mengaji itu adalah adikku. (penghilangan unsur subyek)
·    Sariman akan ke pasar pada pukul 10.00 wib nanti. (penghilangan unsur predikat verbal “pergi”)
·         Kiky mamacu dengan sangat kencang agar segera sampai di sekolahnya. (penghilangan unsur obyek “sepeda” atau “sepeda motor”)
·         Raisa menggendong adiknya. (penghilangan unsur obyek)
·         Syarifudin menjual sepeda motor. (penghilangan unsur keterangan)
·         Yones menggali untuk mendapatkan sumber air. (penghilangan unsur obyek)
·         Yang mengenakan jaz ala Eropa itu adalah sahabatku. (penghilangan unsur subyek)
·      Habibi ke rumah Havids dengan mengendarai avanza veloz. (penghilangan unsur predikat berbal “menuju” atau “pergi”)
·      Paman baru dari desa disertai dengan sekarung apel dan nanas. (penghilangan unsur kalimat predikat verbal “datang”)
·         Kakek baru dari sawah siang tadi. (penghilangan unsur kalimat predikat verbal “datang”)
·         Fatimah ke surau pagi tadi. (penghilangan unsur predikat verbal “pergi”)
·      Ustadz Amir ke mushala bersama dengan para tokoh masyarakat. (penghilangan unsur predikat verbal “pergi” atau “menuju”)
·   Yang mengumandangkan adzan dengan suara khas itu adalah saudara sepupuku dari kota Padang. (penghilangan unsur subyek)
·     Pak Solikhin akan ke Lampung tengan sore ini bersama para jamaah pengajian Ar-Rahman. (penghilangan unsur predikat verbal “pergi”)
·   Kerabat ayah baru saja dari Indramayu pagi tadi bersama dengan keluarga besarnya. (penghilangan unsur predikat verbal “datang”)
·    Heri dan teman-temannya ke lapangan alun-alun untuk bermain sepak bola. (penghilangan unsur predikat “menuju”)
·         Virna dan Syahrini ke bioskop tadi siang. (penghilangan unsur kalimat verbal “pergi”)
·         Yang berbicara di podium dengan suara lantang itu adalah teman dari ayahku. (penghilangan unsur subyek)
·         Yang menyeduhkan kopi pahit ini adalah istri dari pamanku. (penghilangan unsur subyek)

Pengertian dan Contoh Majas Elipsis Pengertian dan Contoh Majas Elipsis Reviewed by Yoga Winando on April 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.