Organisasi Gerakan Non Blok – Bentuk Gerakan dan Penyelenggaraannya di Berbagai Negara



Organisasi Gerakan Non Blok - Bentuk Gerakan dan Penyelenggaraannya di Berbagai Negara - Di dalam Gerakan Non Blok tidak terdapat struktur organisasi yang mengurus kegiatan di berbagai bidang karena gerakan ini bukanlah berbentuk lembaga. Gerakan Non Blok mengandalkan perjuangan pada kekuatan moral. Satu-satunya pengurus dalam Gerakan Non Blok adalah ketua. Ketua Gerakan Non Blok dijabat oleh kepala pemerintahan negara yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non Blok. KTT Gerakan Non Blok dihadiri oleh para kepala pemerintahan dan kepala negara anggota Gerakan Non Blok. Kegiatan Gerakan Non Blok meliputi bidang berikut ini :


A. Bidang Politik dan Perdamaian Dunia


Kegiatan yang dilakukan Gerakan Non Blok dalam bidang politik dan perdamaian dunia, antara lain ikut berusaha : 
a. meredakan ketegangan dunia
b. mengusahakan terciptanya perdamaian dunia
c. mengusahakan terwujudnya hubungan antarbangsa secara demokratis
d. mengusahakan pelucutan senjata dan pengurangan senjata nuklir
e.  menghapus pangkalan militer asing dan pakta-pakta militer
f.  melenyapkan kolonialisme
g. menyelesaikan sengketa antarnegara dan perang-perang lokal, separti Perang Irak-Iran, masalah di wilayah Timur Tegah (Midle East)
h. menghapus persekutuan militer
i.menentang rasialisme dan apartheid. Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarkan melalui forum PBB, konferensi- konferensi internasional dan pendekatan langsung dengan negara-negara yang terlibat
;

B. Bidang Ekonomi

Kegiatan yang dilakukan Gerakan Non Blok dalam bidang ekonomi, antara lain:
a. ikut berusaha memperjuangkan kemerdekaan atau kebebasan dalam bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar persamaan derajat 
b. ikut berusaha mewujudkan suatu tatanan ekonomi dunia baru (TEBD) sehingga terdapat hubungan kerja sama saling menguntungkan antara negara maju dan negara sedang berkembang 

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok Sejak didirikan tahun 1961, Gerakan Non Blok telah beberapa kali mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Diantaranya adalah:

1. Konferensi Tingkat Tinggi I Gerakan Non Blok (KTT I Gerakan Non Blok) KTT I Gerakan Non Blok diselenggarakan pada tanggal 1–6 September 1961 di Beograd, Yugoslavia dengan ketua Presiden Joseph Broz Tito.

2. Konferensi Tingkat Tinggi II Gerakan Non Blok (KTT II Gerakan Non Blok) KTT II Gerakan Non Blok diselenggarakan pada tanggal 5–10 Oktober 1964 di Kairo, Mesir dengan ketua Presiden Gamal Abdul Nasser. KTT dihadiri oleh 46 negara.

3. Konferensi Tingkat Tinggi III Gerakan Non Blok (KTT III Gerakan Non Blok) KTT III Gerakan Non Blok diselenggarakan di Lusaka, Zambia pada tanggal 8–10 Oktober 1970 dengan ketua Presiden Kenneth Kaunda Zambia. KTT dihadiri oleh 59 negara. Keputusan penting yang diambil dalam KTT III Gerakan Non Blok, selain tetap mendukung keputusan KTT I dan II Gerakan Non Blok.

4. Konferensi Tingkat Tinggi IV Gerakan Non Blok (KTT IV Gerakan Non Blok) KTT IV Gerakan Non Blok diselenggarakan di Aljir, Aljazair pada tanggal 5–9 September 1973 dengan ketua Presiden Houari Boumediene. KTT IV Gerakan Non Blok dihadiri oleh 76 negara. Sasaran yang hendak dicapai dalam KTT IV Gerakan Non Blok, antara lain sebagai berikut: a) pengajuan rancangan tata ekonomi dunia baru; b) meredakan ketegangan dunia atau “détente” dan membahas persoalan Krisis Timur Tengah; c) pembentukan dana pembangunan bagi negara-negara berkembang; d) kerja sama dalam mengatasi masalah lingkungan hidup.

 5. Konferensi Tingkat Tinggi V Gerakan Non Blok (KTT V Gerakan Non Blok) KTT V Gerakan Non Blok diselenggarakan di Kolombo, Sri Lanka pada tanggal 16–19 Agustus 1976 dengan ketua PM Sirimavo Bandaranaike. KTT dihadiri oleh 81 negara.

6. Konferensi Tingkat Tinggi VI Gerakan Non Blok (KTT VI Gerakan Non Blok) KTT VI Gerakan Non Blok diadakan di Havana, Kuba (1979) ketua Presiden Fidel Castro. KTT dihadiri oleh 94 negara. KTT ini membicarakan masalah masuknya pengaruh blok sosialis ke dalam anggota Gerakan Non Blok dan mencegah terjadinya pertikaian antaranggota. Hasil penegakan kembali pentingnya perdamaian dunia. Birma menyatakan keluar dari GNB, sebab GNB di- anggap tidak murni lagi.

7. Konferensi Tingkat Tinggi VII Gerakan Non Blok (KTT VII Gerakan Non Blok) KTT VII Gerakan Non Blok diadakan di New Delhi, India pada tahun 1982 dengan ketua PM Indira Gandhi. Menurut keputusan KTT ke VI bahwa KTT VII diselenggarakan di Bagdad Irak pada akhir tahun 1982. Oleh karena terjadi perang Irak-Iran,maka KTT VII dialihkan ke New Delhi India. Pembicaraan pada KTT VII Gerakan Non Blok ini masih berkisar pada cara menyelesaikan persengketaan yang timbul di antara anggota Gerakan Non Blok, akibat perang saudara, dan pengaruh kekuatan asing.

8. Konferensi Tingkat Tinggi VIII Gerakan Non Blok (KTT VIII Gerakan Non Blok) KTT VIII Gerakan Non Blok diadakan di Harare, Zimbabwe pada tanggal 1–6 September 1986 dengan ketua Robert Mugabe. Konferensi ini dihadiri oleh 102 negara. KTT VIII Gerakan Non Blok ini membicarakan masalah keter- tiban, keamanan serta perdamaian dunia yang menyangkut masalah hak asasi serta kedaulatan suatu negara. Selain itu, juga berupaya menghentikan perang Irak–Iran dan mengupayakan agar negara-negara Gerakan Non Blok mengakhiri sengketa antarnegara.

9. Konferensi Tingkat Tinggi IX Gerakan Non Blok (KTT IX Gerakan Non Blok) KTT IX Gerakan Non Blok berlangsung di Beograd, Yugoslavia pada tanggal 4–7 September 1989 dengan ketua Presiden Janez Drnosek. Dalam KTT ini terjadi perbedaan pendapat di antara para anggota mengenai masalah Irak dan Kuwait. Kelompok pertama yang didukung mayoritas anggota menghendaki Irak menaati semua resolusi PBB. Kelompok kedua menghendaki penyelesaian Irak–Kuwait dengan solusi Arab tanpa campur tangan pihak luar. Akan tetapi, akhirnya Gerakan Non Blok gagal menghentikan konflik di Teluk Persia, baik dalam kasus Perang Teluk I maupun Perang Teluk II.

10. Konferensi Tingkat Tinggi X Gerakan Non Blok  (KTT X Gerakan Non Blok) KTT X Gerakan Non Blok diselenggarakan di Jakarta, Indonesia pada tanggal 1–6 September 1992 ketua Presiden Soeharto. Isu yang muncul dalam KTT X Gerakan Non Blok di Jakarta, antara lain sebagai berikut :

-     Gerakan Non Blok tetap mendukung perjuangan Palestina yang rumusannya terdapat dalam Pesan Jakarta atau Jakarta Message.
-   Menyesalkan tindakan Amerika Serikat yang membantu Israel dalam pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina. c) Kegagalan memasukkan masalah sanksi PBB terhadap Irak dan Libia masih membuktikan lemahnya Gerakan Non Blok dalam mengatasi perbedaan pendapat di kalangan anggotanya.

11. Konferensi Tingkat Tinggi XI Gerakan Non Blok (KTT XI Gerakan Non Blok) KTT XI Gerakan Non Blok diselenggarakan di Cartagena, Kolombia pada tanggal 16–22 Oktober 1995 dengan ketua Presiden Ernesto Samper. Hasilnya meningkatkan dialog Utara Selatan.

12. Konferensi Tingkat Tinggi XII Gerakan Non Blok (KTT XII Gerakan Non Blok) KTT XII Gerakan Non Blok diselenggarakan di Durban, Afrika Selatan pada tanggal 28 Agustus–3 September 1998. Hasil perjuangan demokratisasi dalam pengakuan serta hubungan internasional bagi negara dunia ketiga.

13. Konferensi  Tingkat Tinggi XIII Gerakan Non Blok (KTT XIII Gerakan Non Blok) KTT XIII Gerakan Non Blok diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan Februari 2003. Hasilnya penyelesaian masalah Irak dengan jalan damai dan tidak memicu pecahnya perang di Irak.
Organisasi Gerakan Non Blok – Bentuk Gerakan dan Penyelenggaraannya di Berbagai Negara Organisasi Gerakan Non Blok – Bentuk Gerakan dan Penyelenggaraannya di Berbagai Negara Reviewed by Yoga Winando on April 03, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.