Contoh Puisi Majas Personifikasi


Contoh Puisi Majas Personifikasi - Majas personifikasi merupakan suatu gaya bahasa yang terdapat dalam suatu kalimat dengan gaya bahasa yang menggunakan beberapa pengandaian benda mati seakan mempunyai sifat seperti makhluk hidup. Oleh sebab itu dalam kalimat apabila terdapat gaya bahasa dengan majas personifikasi akan menampakkan kesan tersendiri dalam keindahan penyampaian maksud dan tujuannya. Secara umum majas personifikasi dapat digunakan dalam pembuatan kalimat maupun puisi. Berikut beberapa contoh majas personifikasi yang termuat dalam suatu bait puisi!

CONTOH PUISI 1 

Ayah, Rinduku terselimuti awan mendung sore itu
Angin semilir menari-nari menyambut sore yang petang
Seakan membangkitkan rasa di relung sanubari terdalam
Hanya terbungkam kasih tak tersampai pada ruang jiwa yang diam

Ayah, Ku pandangi kerlipan kelopak mata indahmu dari kejauhan
Sungguh damai melihat senyum tulusmu bagai surya terpancar
Tidak akan meredup bersama api lilin cinta yang membara
Terus menghiasi bersama indahnya warna pelangi

Ayah, Hitungan masa tak terhingga lagi kau mendayung perahu kehidupan
Seolah badai laut membersamai dalam cengkrama damai perjuangan
Berlayar tanpa mengenal kelelahan dalam peluh rumus kehidupan bernyawa
Tetap kokoh pundak tuamu bagai baja yang tak mengenal rapuh

Ayah, Namamu agung laksana embun pagi yang sejuk nan manja
Jasad tegap seakan selalu siap siaga melindungi istana berpenghuni
Kini rambut yang dulu hitam telah beralih menjadi putih
Semoga kisahmu menjadi titik kebahagiaan hingga senja diperaduan

PENJELASAN :

Pada contoh puisi di atas  terdapat beberapa majas personifikasi di dalam baitnya, yaitu :
 .        Bait Pertama
Ayah, Rinduku terselimuti awan mendung sore itu (kata terselimuti awan mendung menggambarkan suasana rindu yang tidak tersampaikan)
Angin semilir menari-nari menyambut sore yang petang (Angin semilir menari-nari menggambarkan keadaan bahagia)
Hanya terbungkam kasih tak tersampai pada ruang jiwa yang diam (Ruang jiwa yang diam menggambarkan rasa kerinduan yang belum dituangkan)

·         Bait Kedua
Sungguh damai melihat senyum tulusmu bagai surya terpancar (Surya terpancar menggambarkan rasa kebahagian yang utuh)
Tidak akan meredup bersama api lilin cinta yang membara (Api lilin menggambarkan keadaan suatu yang dapat membakar namun tetap damai)
Terus menghiasi bersama indahnya warna pelangi (Warna pelangi menggambarkan keindahan yang tiada dapat membandingi)

·         Bait Ketiga
Ayah, Hitungan masa tak terhingga lagi kau mendayung perahu kehidupan (Mendayung perahu kehidupan menggambarkan suatu pengendalian kehidupan yang tidak mudah)
Seolah badai laut membersamai dalam cengkrama damai perjuangan (Badai laut membersamai dalam cengkrama menggambarkan kondisi yang berbeda namun tetap bersahabat)
Berlayar tanpa mengenal kelelahan dalam peluh rumus kehidupan bernyawa (Rumus kehidupan bernyawa menggambarkan begitu kerasnya perjuangan hidup)
Tetap kokoh pundak tuamu bagai baja yang tak mengenal rapuh (Baja menggambarkan sosok yang sangat kuat dan tidak akan pernah rapuh)

·         Bait Keempat
Ayah, Namamu agung laksana embun pagi yang sejuk nan manja (Embun pagi menggambarkan kondisi yang begitu hangat)
Jasad tegap seakan selalu siap siaga melindungi istana berpenghuni (Istana berpenghuni menggambarkan suatu kehidupan di dalam rumah yang harus diperjuangkan)
Semoga kisahmu menjadi titik kebahagiaan hingga senja diperaduan (Senja diperaduan menggambarkan kebahagianan yang akan dirasakan ketika di masa akan mendatang)

Selanjutnya perhatiakan kembali mengenai contoh majas personifikasi pada puisi di bawah ini :

CONTOH PUISI 2

Cinta tak bersuara namun dapat di rasa
Tergelora indahnya jiwa dalam gelora muda
Simpulan senyum erat pada ikatan hati keduanya
Menggenggam jemari menatap langit yang sama

Tersipu angan menusuk rembulan malam nan remang
Menusuk raga kaku seakan goyahkan rerumputan mati
Terpati hingga terdiam diri dengan bahasa yang tak dimengerti
Daun melambai seakan menerjemahkan arti cinta sejati
Kadang dapat di rasa namun pahit di raga
Seakan tulang lidah menolak tuk membisikkannya
Kau akan tau indahnya sakura mekar nan merona
Sedap di pandang memesona lentik di kelopak mata

Cinta, Arti kata penuh makna
Sederhana bagai titik kecil yang tertoreh pada selembar kertas
Tak nampak namun relung jiwa mampu menepis
Hingga bak dentingan gelas kaca mengiringi langkah pemudinya

CONTOH PUISI 3

Alamku begitu hijau nan teduh prakarsamu
Memberikan kesuburan tak jemu untuk akar tanaman yang menumpangimu
Seakan rindangnya pohon mampu berbisik bahagia berhadapan
Daun hijau melambai-lambai seolah tak ingin tepisahkan dengan rantingnya

Di langit yang biru mentari tersenyum ingin pergi menyinari
Bumi mengkilau laksana mutiara yang disiangi
Burung-burung berkicau menari ke sana ke mari
Seolah ingin berganteng melukis kesan yang telah teramati

Alamku panorama laut biru berpenghuni makhluk yang enggan mati
Subur memanjakan mata insan atas ciptaan akan kuasa illahi
Tiada kata seindah ucapan syukur dari relung terdalam bernama hati
Sungguh tiada daya jika alam tak subur dan tumbuhan mati

Padi merunduk berbisik terhadap petani yang siap memetiknya
Gambaran wajah bahagia menyatukan suka dan duka dalam merawatmu
Kini kau tumbuh memberikan manfaat yang sangat dinanti
Untuk menyambung lambung insan pada sudut duniawi

Alamku, Jayalah dengan kebermanfaatanmu
Kan dilindungi segenap ruang yang tak terlena menghujammu
Teruslah indah bersama desiran ombak menggoyahkan raga kaku
Tetap anggun dengan tudung pasir di tepi pantai berbisik lirih

Contoh Puisi Majas Personifikasi Contoh Puisi Majas Personifikasi Reviewed by Yoga Winando on April 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.