Paragraf Perbandingan – Pengertian, Ciri, & Contoh

Paragraf Perbandingan – Pengertian, Ciri, & Contoh - Paragraf perbandingan adalah paragraf yang menjelaskan gagasan dengan cara membandingkan dua hal sejenis namun dengan tinjauan sudut pandang yang berbeda sehingga perbandingan lebih terfokus pada perbedaan secara detail serta karakteristik yang lebih mendasar. Paragraf perbandingan menggunakan pendekatan eksposisi. Oleh karenanya paragraf ini haruslah mengusung gagasan yang bersifat umum, konkret, dan masuk akal.

Ciri-Ciri Paragraf Perbandingan


a. gagasan utama disampaikan dengan cara membandingan dua hal yang sejenis.
b. Tidak terdapat unsur penghinaan atau menjelek-jelekkan salah satu dari dua hal yang sedang diperbandingkan di dalam paragraf.
c. Menggunakan kata-kata penghubung (konjungsi) seperti halnya, jika dibandingkan dengan, sama dengan, sesuai dengan, demikian juga, dan lain sebagainya.


Agar lebih jelas, perhatikan paragraf perbandingan pada contoh di bawah ini!

Contoh 1 :

Sepeda dan sepeda motor adalah dua kendaraan yang seolah memiliki hubungan kekerabatan yang kental. Bagaimana tidak, sepeda motor sebelum dilengkapi dengan berbagai mesin penggerak serta penunjang lainnya tak lebih dari sebuah sepeda biasa. Tak berlebihan rasanya jika sepeda dikatakan sebagai saudara tua dari sepeda motor. Kedua jenis kendaraan ini jika ditinjau dari sudut pandang yang berbeda, maka tentu akan menghasilkan beberapa pandangan tertentu mengenai perbandingannya. Sepeda telah digunakan oleh manusia jauh sebelum sepeda motor ada. Adanya perkembangan kemajuan zaman membuat sepeda mulai ditinggalkan dan sebagian besar orang mulai beralih pada kendaraan bermotor. Sampai saat ini sepeda motor masih menjadi kendaraan dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia. Namun sayangnya, penggunaan sepeda motor dewasa ini menimbulkan banyak masalah. Misalnya saja dari sisi kuantitas penggunaan sepeda motor yang terlalu banyak sehingga melebihi kapasitas ruas jalan. Hal tersebut berdampak pada kemacetan lalu lintas, naiknya angka kecelakaan, dan lainnya. Kini sebagian besar masyarakat banyak yang beralih kembali menggunakan sepeda dalam rutinitasnya sehari-hari dengan berbagai macam alasan. Misalnya saja karena faktor kesehatan, fleksibilitas, dan lainnya. Pada intinya, menggunakan sepeda ataupun sepeda motor sebagai kendaraan pribadi adalah sebuah pilihan yang berdasarkan ketepatan penggunaan serta kebermannfaatannya.

Contoh 2 :

Kasus kekerasan pada anak semakin lama kian meningkat terlebih di penghujung tahun 2016. Tercatat setidaknya sebanyak 234 kasus dilakukan oleh kedua orang tuanya, 112 kasus kekerasan oleh ayah kandung, 76 kasus oleh ibu kandung, 120 kasus oleh orang tua tiri, dan lain-lain sebanyak 54 kasus. Dengan adanya data-data konkret tersebut yang bersumber dari kepolisian, tentu dapat disimpulkan bahwa di tahun 2016, kasus kekerasan pada anak meningkat drastis jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni tahun 2016. Sepanjang tahun 2015 kekerasan yang terjadi pada anak yang dilakukan oleh kedua orang tua sebanyak 189 kasus, 78 kasus kekerasan oleh ayah kandung, 67 kasus oleh ibu kandung, 54 kasus oleh orang tua tiri, dan lain-lain sebanya 32 kasus. Satu hal yang sangat disayangkan adalah kasus kekerasan yang paling banyak dilakukan terhadap anak dilakukan oleh kedua orang tua kandungnya sendiri. Anak adalah titipan dari Tuhan yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan cinta dari kedua orang tuanya, bukan malah sebaliknya.

Contoh 3 :

Ketela pohon atau yang biasa disebut sebagai singkong adalah salah satu jenis bahan pangan yang memiliki kadar karbohidrat yang cukup tinggi. Sama halnya dengan nasi yang telah menjadi makanan pokok hampir seluruh penduduk di berbagai wilayah Indonesia. Kedua jenis makanan pokok tersebut sama-sama memiliki manfaat yang sama sebagai sumber asupan energi bagi tubuh. Meskipun memiliki fungsi yang sama sebagai makanan pokok penghasil energi, namun kedua jenis makanan tersebut sangatlah berbeda. Baik sebelum atau sesudah diolah menjadi makanan, singkong memiliki bentuk fisik yang jauh berbeda dengan nasi. Singkong dalam keadaan utuh berbentuk lonjong memanjang, sedangkan nasi sebelum diolah berbentuk butiran biji yang disebut dengan beras. Singkong pada umumnya banyak diolah menjadi aneka jenis makanan baru seperti misalnya tiwul, getuk, comro, dan lain sebagainya. tanaman akar-akaran ini juga diolah menjadi bahan makanan berbentuk bubuk yang disebut dengan tepung tapioka. Sedangkan beras lebih umum dimanfaatkan sebagai bahan pangan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 4 :

Susu kambing memiliki ragam manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh terutama bagi tulang dan gigi. Susu kambing juga dipercaya mampu menambah stamina serta vitalitas bagi tubuh. Sama halnya dengan susu sapi, yang telah lama dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Baik susu kambing ataupun susu sapi, sama-sama memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi. Di dalam kandungan susu kambing, terdapat bakteri lactobacillus yang sangat baik bagi pencernaan, pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan masih banyak lagi. Sampai saat ini, susu kambing mulai digemari oleh sebagian kalangan penikmat susu sapi. Antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan susu kambing juga mulai terlihat geliatnya. Meskipun begitu, popularitasnya belum sebanding dengan tingkat konsumtivitas susu sapi. Karena kadar gizi serta manfaatnya yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, tak berlebihan rasanya jika susu kambing perlu untuk disosialisasikan lebih jauh kepada masyarakat luas. Agar masyarakat dapat memiliki referensi yang lebih beragam tentang segala hal yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti halnya susu kambing dan susu sapi.


Sumber :
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-dan-contoh-paragraf-perbandingan-beserta-ciri-cirinya.html
Paragraf Perbandingan – Pengertian, Ciri, & Contoh Paragraf Perbandingan – Pengertian, Ciri, & Contoh Reviewed by Ahmad Wibawa on Agustus 15, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar