Dialog Bahasa Inggris 2 Orang tentang Pendidikan & Artinya

Dialog Bahasa Inggris 2 Orang tentang Pendidikan & Artinya - Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang. Dengan adanya pendidikan, seseorang dapat menjadi lebih baik dan menjadi seseorang yang diterima ditengah masyarakat. Namun, masih terdapat banyak masalah pendidikan di negara kita, Indonesia, yang tercinta ini. Berikut adalah contoh dialog Bahasa Inggris antara dua orang tentang pendidikan.

Student: Good morning, Mr. Zedd.
(Selamat pagi, Pak Zedd)

Mr. Zedd: Good morning. How are you?
(Selanat pagi. Apa kabarmu?)

Student: I am fine, thank you. What about you, Sir?
(Kabar saya baik, Pak. Bagaimana dengan Anda?)

Mr. Zedd: I am good, thanks.
(Saya baik, terima kasih)

Student: Sir, may I ask some questions?
(pak, bolehkah saya bertanya beberapa pertanyaan?)

Mr. Zedd: Sure. What is it about?
(Tentu. Tentang apa?) 

Student: It is about education. I just watched news this morning before I went to school that the education in our country, Indonesia, is getting worse. What do you think about it, Sir?
(Tentang pendidikan. Saya baru menonton berita pagi ini sebelum berangkat ke sekolah bahwa pendidikan di negara kita, Indonesia, menjadi lebih buruk. Bagaimana pendapat Anda, Pak?) 

Mr. Zedd: Hmm.. I think it is true. Seeing the condition of what is happening in our country, it is no doubts that our education is getting worse.
(Hmm.. Saya rasa benar. Melihat kondisi menegnai apa yang sedang terjadi di negara kita, tidak diragukan lagi bahwa pendidikan kita ini menjadi lebih buruk)

Student: What is actually happening, Sir?
(Apa yang sebenarnya terjadi, pak?)

Mr. Zedd: There are many things happening here as factors of worse education. First, it is about the facility. Many schools in Indonesia, especially the ones in urban areas, have limited facilities. For example many schools have broken buildings, lack of books in library, and lack of teaching and learning media in class. Moreover, many laboratoriums in schools have limited facilities and they are not adequate to support students to learn.
(Banyak hal yang terjadi di sini sebagai faktor terpuruknya pendidikan. Pertama tentang fasilitas. Banyak sekolah di Indonesia, terutama di daerah perbtasan antara desa dan kota, yang memiliki fasilitas terbatas. Contohnya banyak sekolah yang memiliki gedung rusak, kurangnya buku di perpustakaan, dan kurangnya media pembelajaran di kelas. Selain itu, banyak laboratorium di sekolah memiliki fasilitas terbatas dan tidak cukup untuk mendukung siswa untuk belajar)

Student: Oh, I see. It is such what happens here at our school, right? The books in our library are not very complete and only some classes have teaching and learning media, such as LCD and projector.
(Oh, saya paham. Itu seperti yang terjadi di sekolah kita ya, pak? Buku – buku di perpustakaan kurang lengkap dan hanya beberapa kelas yang memiliki media pembelajaran, seperti LCD dan proyektor)

Mr. Zedd: Yes, that is right. Furthermore, the willingness of Indonesian students to read are still low. 
(Ya, benar. Terlebih lagi, keinginan siswa Indonesia untuk membaca masih rendah?)

Student: I beg your pardon, Sir. What do you mean?
(Maaf, Pak. Bagaimana maksudnya?)

Mr. Zedd: As you see in your class, can you tell me do your friends like to read textbooks when there is no teacher in the class or do they like to go to library to read something there in their spare time?
(Seperti yang kamu lihat di kelasmu, dapatkah kamu memberitahu saya apakah teman – temanmu suka membaca buku teks ketika tidak ada guru di kelas atau apakah mereka suka pergi ke perpustakaan untuk membaca sesuatu di waktu luangnya?)

Student: Umm, I am afraid no, Sir. Many of my friends, even me if I have to admit, like to play games in our smartphones or just talk to friends in spare time.
(Umm, sepertinya tidak, Pak. Banyak teman – teman saya, bahkan saya akui saya sendiri, suka bermain permainan di HP atau berbincang – bincang dengan teman di waktu luang)

Mr. Zedd: That’s it. The result of a survey conducted by UNESCO in 2016 showed that the willingness to read of Indonesian students are very low. Between 61 countries, Indonesia is placed in the 60th as the counrty withthe willingness to read is about 0.001%. 
(Itu dia. Hasil survey yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2016 menunjukkan bahwa keinginnan membaca anak Indonesia masih sangat rendah. Di antara 61 negara, Indonesia menempati urutan ke 60 dengan keinginan membaca sekitar 0.001%)

Student: Oh my God! That is very horrible, Sir.
(Ya Tuhan. Sangat buruk ya, Pak)

Mr. Zedd: Indeed, it is. So from now on, you and your friends need to try to read more. You can read from anything you like, such as novel, so that you will get used to read somehting.
(Memang benar. Jadi mulai sekarang, kamu dan teman – temanmu haruslah membaca lebih banyak lagi. Kamu dapat mulai membaca apapun yang disukai, seperti novel, jadi kamu akan terbiasa membaca sesuatu) 

Student: All right, Sir. I will. Thank you for your time and the information, Sir.
(Baiklah, Pak. Terima kasih atas waktu dan informasinya)

Mr. Zedd: You are welcome.
(Sama – sama)

Demikianlah contoh dialog Bahasa Inggris antara dua orang tentang pendidikan. Semoga masalah pendidikan di Indonesia saat ini dapat berkurang sehingga anak – anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Terima kasih.
Dialog Bahasa Inggris 2 Orang tentang Pendidikan & Artinya Dialog Bahasa Inggris 2 Orang tentang Pendidikan & Artinya Reviewed by Ahmad Wibawa on Agustus 03, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar