Definisi & Klasifikasi Komponen Abiotik dalam Ekosistem

Definisi & Klasifikasi Komponen Abiotik dalam Ekosistem - Di Dalam sebuah ekosistem terdapat dua komponen dasar yang saling melakukan interaksi satu sama lain di dalamnya. Dua komponen tersebut adalah komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (benda mati / tidak bernyawa). Komponen biotik meliputi seluruh makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan komponen abiotik meliputi segala benda mati yang tidak bernyawa semisal udara, air, api, tanah, cahaya matahari, dan lain sebagainya. Pada cakupan pembahasan ini akan lebih tertuju pada pengertian komponen abiotik beserta klasifikasinya.

Ekosistem global yang ada di bumi yang juga merupakan habitat bagi seluruh makhluk hidup disebut dengan biosfer. Biosfer menempati posisi puncak di dalam hierarki kehidupan. Biosfer sangat dipengaruhi oleh adanya faktor abiotik dalam hal persebaran makhluk hidup di bumi. Setidaknya terdapat beberapa komponen pokok yang sangat berpengaruh pada kehidupan di bumi terlebih pada organisme. Komponen-komponen pokok tersebut diantaranya adalah :

a. Suhu


Suhu memiliki peranan yang sangat vital bagi perkembangan serta pertumbuhan organisme. Hal tersebut berkaitan erat dengan pengaruh reaksi metabolisme dalam tubuh organisme. Hampir sebagian besar organisme tidak dapat mempertahankan keberlangsungan hidupnya jika suhu yang ditempatinya terbilang cukup ektrem (terlalu tinggi atau terlalu rendah). Jika suhu berada pada minus di bawah nol derajat, maka sel-sel tubuh akan mengalami pembekuan. Sedangkan jika suhu berada di atas 45 derajat, akan sangat berpotensi merusak struktur protein di dalam tubuh organisme.

Pada organisme endotermik seperti mamalia dan burung mampu menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu lingkungan. Walaupun demikian, hampir sebagian besar organisme endotermik mempunyai batas penyesuaian suhu optimum tertentu untuk terus tumbuh dan berkembang. Sebagian yang tidak mampu bertahan, akan mati karena proses seleksi alam. Perubahan suhu tertentu akan menentukan organisme dapat hidup atau tidak pada suatu tempat. Beberapa organisme lainnya melakukan penyesuaian terhadap bentuk tubuhnya dengan lingkungan serta suhu yang ditempatinya. Tentu saja hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

b. Air


Air adalah salah satu dari komponen abiotik yang sangat vital bagi kehidupan makhluk hidup. Tidak ada satupun makhluk hidup yang mampu bertahan tanpa air. Hampir sebagian besar tubuh organisme didominasi oleh air. Diperkirakan volume air yang terdapat di bumi sekitar 1,4 milyar km3. Dari sebanyak 1,4 milyar jumlah air tersebut, persentasenya mencakup air tawar sebanyak 0,75 %, air laut 97 %, dan gunung es 2 %. Perlu diketahui pula bahwa persentase jumlah air di bumi bersifat tetap dikarenakan adanya sistem siklus hidrologi.

Air memiliki peran yang sangat vital sebagai zat pelarut utama yang memiliki andil dalam proses metabolisme di dalam tubuh. Ketersediaan air di berbagai habitat bumi sangatlah bervariatif. Selain itu organisme akuatik air laut dan air tawar dibenturkan terhadap adanya perbedaan tekanan osmotik terhadap dua kondisi. Pada biota air tawar lebih memiliki ketersediaan dengan jumlah yang lebih besar serta mampu menjawab keterbutuhan air bagi organisme. Air dalam biota tawar dapat didayagunakan untuk kepentingan konsumsi dan lain sebagainya. Sedangkan pada biota air laut tidak demikian. Di dalam biota air laut terdapat kepekatan konsentrasi garam yang demikian tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana air yang terdapat pada biota tawar.

c. Udara


Udara ialah sekumpulan zat gas yang terbagi atas beberapa material yakni oksigen (O2) sebanyak 21 %, karbondioksida (CO2) sebanyak 0,03 %, dan nitrogen (N) sebanyak 21, 9 %. Pada ruang lingkup komponen biotik, udara memiliki peranan serta andil yang sangat besar. Contoh yang paling mudah adalah pada proses respirasi bagi manusia yang membutuhkan oksigen (O2). Selain itu keberadaan gas kanbondioksida (CO2) juga sangat vital bagi tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan membutuhkan gas karbondioksida (CO2) untuk menunjang proses fotosintesis agar dapat menghasilkan sukrosa dan oksigen (O2). Sukrosa dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai zat makanan, sedangkan oksigen berguna bagi organisme lain untuk bernapas. 

d. Cahaya Matahari


Cahaya matahari dapat dikatakan sebagai sumber energi yang paling utama bagi seluruh komponen biotik. Cahaya matahari adalah salah satu dari komponen abiotik yang sangat dibutuhkan oleh organisme autotrof (tumbuh-tumbuhan) untuk menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Dengan bantuan cahaya matahari, tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang. Tentu kita semua menyadari bahwa organisme autotrof atau tumbuh-tumbuhan merupakan satu-satunya bahan pangan utama bagi organisme lainnya yakni hewan dan manusia. Tanpa adanyanya organisme autotrof, manusia dan hewan tidak akan mampu bertahan hidup. Tanpa adanya cahaya matahari, organisme autotrof tidak akan mampu menghasilkan makanan sendiri untuk dapat bertahan hidup. Karenanya, dapat ditarik kesimpulan bahwa sumber energi yang pertama dan paling utama adalah cahaya matahari. 

e. Tanah 


Tanah merupakan salah satu elemen bumi yang dihasilkan dari proses pelapukan batu-batu yang telah berlangsung pada jangka waktu yang sangat lama. Elemen tanah tersusun atas beberapa susunan pokok diantaranya ialah bahan mineral, air, bahan organik, dan udara. Elemen tanah juga sangat dibutuhkan bagi organisme autotrof (tumbuh-tumbuhan) sebagai media tanam serta penyedia unsur hara (zat makanan pada tumbuhan) yang sangat baik.
Definisi & Klasifikasi Komponen Abiotik dalam Ekosistem Definisi & Klasifikasi Komponen Abiotik dalam Ekosistem Reviewed by Ahmad Wibawa on Agustus 03, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar