Uraian Pesawat Sederhana Pada Kerja Otot dan Rangka Manusia

Uraian Pesawat Sederhana Pada Kerja Otot dan Rangka Manusia - Tanpa diketahui oleh semua orang ternyata dalam tubuh manusia terdapat keunikan yang dapat diamati dan sebagai contoh dalam penerapan prinsip-prinsip kerja pesawat sederhana. Beberapa sistem dari prinsip kerja tersebut hingga pada akhirnya dapat didesain dan terbentuk menjadi alat-alat yang mampu mempermudah segala pekerjaan manusia. Peralatan yang menerapkan rinsip kerja pesawat sederhana ini dapat mempermudah pekerjaan manusia yang pada artinya ketika bebeban diangkat terasa ringan, maka kemungkinan energi yang dikeluarkan juga akan lebih sedikit. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa energi dan kerja atau usaha memiliki hubungan yang erat, sehingga dalam satuan fisika dapat dinyatakan dengan satuan Joule (N/m). Perlu diketahui bahwa usaha dapat dinyatakan juga sebagai hasil kali antara besar gaya dengan jarak, sehingga secara matematis dapat dituliskan dengan persamaan berikut :

W = F . s

Dengan : 

W = Usaha (Joule)
F = Gaya (Newton)
S = Jarak (Meter)

Apabila benda tidak mengalami perpindahan, maka dengan demikian besar gaya yang dikerjakan akan menghasilkan usaha yang bernilai nol. Adapun besarnya usaha yang dilakukan untuk berpindah persatuan waktu didefinisikan sebagai daya (P). Dengan demikian dapat diperoleh bentuk matematisnya sebagai berikut : 

P = W . t

Keterangan : 

P = Data (Watt)
W = Usaha (Joule)
t = waktu (Sekon)

Untuk mengurangi risiko yang dapat melelahkan tubuh, maka manusia akan melaksanakan segala aktivitas dengan berbagai cara untuk tetap melakukan usaha dengan gaya yang lebih ringan, sehingga tidak terlepas dari kaitannya dengan prinsip kerja pada pesawat sederhana.

Otot merupakan alat gerak aktif yang dapat memberikan suatu gerakan yang bersifat fleksibel. Dalam tubuh manusia juga terdapat rangka yang berfungsi untuk tempat melekatnya otot-otot sebagai alat yang dapat menggerakkan tubuh. Sebagai contoh saat akan memindahkan atau menjinjing beban terhadap kekuatan lain, maka dapat dengan mudah memanfaatkan pengaplikasian alat pengungkit dari sistem prinsip kerja pesawat sederhana. Hal ini juga dapat terjadi pada prinsip keja antara otot trisep dengan otot bisep. 

Secara umum jaringan otot dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Otot polos 

Otot polos terbentuk dari beberapa sel yang terdapat di dalamnya dan salah satu sel pembentuk otot polos ini ialah sel fusiformis. Ketika diamati dengan menggunakan bantuan alat mikroskop, otot polos tidak menampakkan garis melintang sebagai bentuk dari bundaran yang hanya berukuran mikro saja. Pada otot polos juga apabila mengalami kontraksi prosesnya berlangsung dengan lambat dan di bawah dari saraf sadar manusia. Otot polos tersusun atas setiap sel dan mempunyai suatu nukleus berbentuk pipih dan terletak  dibagian sentral. Pada saat terjadinya proses kontraksi nukleus yang terkandung dalam selnya akan mengalami lipatan. Respons kontraksi pada otot ini terkadang terjadi secara tiba-tiba atau spontan. 

2. Otot rangka

Otot rangka memiliki bentuk garis melintang dan terdiri atas komponen sel silindris yang mempunyai ukuran panjang mencapai 4 cm. Selain itu juga terdapat inti dengan jumlah banyak yang menampakkan berupa garis melintang dengan diameter kecil dan biasanya disebut dengan istilah serabut otot. Terdapat jumlah inti yang banyak karena disebabkan oleh kumpulan dari beberapa jenis mioblas embrionik berinti tunggal. Dibagian perifer sel juga terdapat nukleus bujur telur dan tempat yang khas ini dapat berfungsi untuk membedakan antara otot rangka dari otot yang terdapat pada jantung. Otot rangka dapat berkontraksi dengan kuat dan cepat serta bekerja di bawah pengendalian saraf yang sadar.

3. Otot jantung

Struktur otot jantung juga menampakkan garis-garis melintang yang terdiri dari sel-sel tunggal panjang dan bercabang dengan letak yang sejajar. Pada bagian penghubung antar ujung-ujunganya terdapat diskus interkalaris yang hanya terdapat pada otot jantung bagian inti. Apabila mengalami kontraksi otot ini berirama dan bekerja atas saraf sadar dengan cara yang kuat. 

Sifat Kerja Otot Pada Manusia


Telah diketahui bahwa otot terdapat beberapa jenis dan memiliki sifat kerja yang beragam. Otot dapat mengalami kontraksi yang disebabkan oleh adanya rangsangan dan melalui beberapa tahapan yang berurutan. Dari rangsangan tersebut akan memunculkan tonus ketegangan maksimum yang muncul, sedangkan tetanus adalah jenis tonus yang secara terus-menerus akan maksimum. 

Sifat kerja otot pada manusia dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

1. Antagonis

Antagonis merupakan sifat kerja otot yang dari efek kontraksinya dapat memunculkan gerak yang berlawanan. Adapun contoh dari sifat kerja otot ini meliputi :

a. Gerak telapak tangan menengadah dan menelungkup
b. Gerakan bagian kepala dengan menengadah dan menunduk
c. Gerakan antara tulang lengan sejajar dengan bahu
d. Gerakan antara otot bisep dan otot trisep

2. Sinergis

Sinergis merupakan sifat kerja otot yang dari efek kontraksinya dapat memunculkan gerak yang searah. Contoh dari sifat kerja dari sinergis adalah pronator kuadratus dan pronator teres.

Adapun gerak pada otot bisep yang dilakukan untuk memindahkan suatu beban adalah dengan menerapkan prinsip kerja pewasat sederhana, yaitu pengungkit pada golongan pertama. Dimana pada pengungkit golongan pertama ini memiliki struktur titik tumpu yang berapa diantara titik kuasa dan titik beban. Titik tumpu tersebut dapat diandaikan pada sendi engsel, dan titik kuasa berada pada bahu, serta tangan merupakan letak titik beban.

Sumber :
https://auliawatidesi.wordpress.com/kelas-viii/pesawat-sederhana/kegunaan-pesawat-sederhana-dalam-kehidupan-sehari-hari-dan-hubungannya-dengan-kerja-otot-pada-struktur-rangka-manusia/
Uraian Pesawat Sederhana Pada Kerja Otot dan Rangka Manusia Uraian Pesawat Sederhana Pada Kerja Otot dan Rangka Manusia Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 19, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar