Rantai Makanan & Jaring Makanan - Definisi & Contohnya

Rantai Makanan & Jaring Makanan - Definisi & Contohnya - Rantai makanan ialah suatu siklus memakan dan dimakan antara jenis-jenis makhluk hidup dengan urutan yang sistemik dan teratur. Di dalam siklus rantai makanan, tiap-tiap makhluk hidup memiliki peran yang berbeda-beda. Peranan tersebut diantaranya yakni produsen, konsumen, dan dekomposer. Pada tiap-tiap rantai makanan di dalam sebuah ekosistem dikenal dengan sebutan tingkat trofik. Pada tingkatan trofik pertama ditempati oleh organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Organisme tersebut adalah organisme autotrof atau tanaman hijau yang disebut sebagai produsen. 

Selanjutnya organisme yang menempati tingkatan tropik kedua disebut sebagai konsumen primer (konsumen I). Konsumen I pada umumnya berupa hewan herbivora (pemamah biak / pemakan tumbuhan). Sedangkan organisme yang menempati tingkatan tropik ketiga dikenal dengan sebutan konsumen sekuder (konsumen II) yang berupa hewan karnivora (hewan pemangsa / pemakan daging). Pada tingkatan terakhir yang menempati posisi tertinggi disebut sebagai konsumen puncak.

Perhatikan pola rantai makanan berikut ini!

Contoh 1 :



Sumber gambar :
http://www.jatikom.com/2016/09/pengertian-rantai-makanan-jaring-makanan.html

Keterangan :

1. Tumbuh-tumbuhan memanfaatkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis (menghasilkan zat makanan).
2. Tikus berperan sebagai konsumen tingkat I yang mengonsumsi tumbuhan.
3. Ular berperan sebagai konsumen pada tingkat II (hewan karnivora) yang memangsa tikus.
4. Burung elang berperan sebagai konsumen tingkat III (hewan karnovora) yang memangsa ular.
5. Elang mati diuraikan oleh cacing, bakteri pengurai, dan lainnya dengan peranan sebagai dekomposer yang selanjutnya diubah menjadi unsur hara. Unsur hara inilah yang akan dimanfaatkan oleh tumbuh-tumbuhan sebagai nutrisi untuk tumbuh dan berkembang.

Contoh 2 :














Sumber gambar :
http://www.jatikom.com/2016/09/pengertian-rantai-makanan-jaring-makanan.html

Keterangan :

1. Tumbuh-tumbuhan menempati tingkat trofik pertama sebagai produsen karena mampu memproduksi makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis.
2. Belalang berperan sebagai konsumen I pada tingkat trofik kedua yang mengonsumsi tumbuh-tumbuhan pada tingkat trofik I. Pada tingkat trofik kedua ini ditempati oleh hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan) semisal belalang, kelinci, kambing, dan lain sebagainya.
3. Pada tingkat tropik ketiga ditempati oleh hewan katak sebagai konsumen sekunder (konsumen II). Pada gambar telah dinyatakan bahwa katak memangsa belalang sebagai contoh dari peristiwa rantai makanan pada tingkat tropik ketiga.
4. Pada tingkat tropik tertinggi (konsumen puncak), katak dimangsa oleh ular (konsumen III). Rantai makanan pada pola ini menunjukkan bahwa ular merupakan puncak rantai makanan tertinggi.
5. Ketika ular mati, maka peran selanjutnya akan diteruskan oleh bakteri pengurai yang bertindak sebagai dekomposer. Dekomposer inilah yang mengubah bangkai ular menjadi zat hara yang sangat berguna bagi tumbuh-tumbuhan.

Jaring Makanan 


Jaring makanan ialah integrasi antara rantai-rantai makanan yang berlangsung secara tumpang tindih atau beririsan di dalam sebuah ekosistem yang saling memiliki hubungan. Pada contoh rantai makanan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pola rantai makanan. Pola-pola rantai makanan tersebut dapat terintegrasi menjadi satu pola yang disebut sebagai jaring makanan. 

Contoh rantai makanan yang terintegrasi menjadi jaring makanan:

Contoh 1 :

1. Daun > Ulat > burung pipit > kucing
2. Daun > ulat > burung pipit > burung elang
3. Daun > belalang > katak > ular > burung elang
4. Daun > kelinci > burung elang
5. Daun > belalang > ayam > burung elang

Penjelasan :
Pada lima pola rantai makanan di atas terlihat jelas adanya rantai-rantai makanan yang saling tumpang tindih. Kelima pola makanan tersebut terjadi dalam satu lingkungan ekosistem yang menjadi sebuah jaring-jaring makanan. Pada tingkatan pertama ditempati oleh tumbuh-tumbuhan yakni dedaunan sebagai produsen yang mampu menghasilkan makanan sendiri (produsen). Sedangkan organisme yang menempati tingkat kedua yakni belalang dan ulat (konsumen I) yang memakan dedaunan pada tingkat pertama. Selanjutnya organisme yang menempati tingkatan tropik ketiga adalah burung pipit / katak / ayam (konsumen II). Sedangkan hewan yang menempati tingkatan tropik tertinggi adalah kucing dan burung elang (konsumen puncak). Selanjutnya kucing dan burung elang yang mati akan diuraikan oleh bakteri pengurai menjadi zat hara yang berguna bagi tumbuhan sebagai sumber penunjang makanan.

Contoh 2 :

1. Biji-bijian (jagung) > ayam > musang > harimau
2. Biji-bijian (padi) > burung pipit > burung elang > harimau
3. Biji-bijian (jangung) > bebek > musang > serigala > harimau
4. Biji-bijian (kacang tanah) > ayam > serigala > harimau
5. Biji-bijian (padi) > bebek > musang > harimau

Penjelasan :
Pada kelima pola ratai makanan di atas memperlihatkan beberapa urutan peristiwa makan-memakan yang saling beririsan. Pola-pola rantai makanan tersebut berada pada satu lingkungan ekosistem yang membentu sebuah jaring makanan. Pada tingkatan pertama ditempati oleh tumbuh-tumbuhan penghasil biji-bijian yakni jagung, padi, dan kacang tanah (produsen). Selanjutnya organisme yang berada pada tingkatan kedua adalah bebek, ayam, dan burung pipit (konsumen I hewan herbivora). Pada tingkat ketiga ditempati oleh burung elang, musang, serigala (konsumen II hewan karnivora). Sedangkan posisi tropik tertinggi / konsumen puncak ditempati oleh harimau. Harimau yang mati akan diuraikan kembali oleh bakteri dan cacing sehingga menjadi unsur hara yang berguna sebagai zat makanan bagi tumbuh-tumbuhan.

Sumber :
http://www.jatikom.com/2016/09/pengertian-rantai-makanan-jaring-makanan.html
Rantai Makanan & Jaring Makanan - Definisi & Contohnya Rantai Makanan & Jaring Makanan - Definisi & Contohnya Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 27, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar