Penjelasan Komponen-Komponen Tata Surya 2 (Asteroid, Komet, Meteoroit)

Penjelasan Komponen-Komponen Tata Surya 2 (Asteroid, Komet, Meteoroit) - Di dalam tata surya terdapat berbagai jenis benda langit yang mempunyai ciri khusus pada masing-masing benda. Selain planet yang merupakan anggota bagian dari tata surya, terdapat pula asteroid, komet, meteoroid, dan satelit. Dari berbagai anggota sistem penyusun tata surya tentunya terdapat perbedaan karakteristik diantara benda-benda tersebut. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai komponen-komponen apa saja yang terdapat di dalam tata surya, yaitu sebagai berikut :

1. Asteroid


Asteroid merupakan salah satu jeni planet yang mempunyai batu berukuran kecil dengan jumlah yang cukup banyak. Di dalam sistem tata surya terdapat banyak sekali asteroid yang mengelilingi matahari. Namun, sebagian dari asteroid ini juga dapat dijumpai pada lintasan orbit antara planet mars dan yupiter. Lintasan yang dilalui oleh planet-planet tersebut biasanya dikenal dengan istilah sabuk utama atau main belt. Pada lintasan sabuk ini tidak hanya asteroid saja yang melintasi, namun ada beberapa jenis asteroid dari orbit yang berbeda. Kelompok jenis asteroid yang berbeda ini adalah seperti yang terdapat pada Trojan dan asteroid triple A, yaitu Asteroids-Amor, Apollo, dan Aten.

Beberapa jenis asteroid yang sudah dikenal diantaranya yaitu ceres. Ceres merupakan asteroid yang terbesar dalam tata surya yang digolongkan dalam kelompok planet kerdil atau planet katai. Diameter dari ceres mencapai 780 km, pallas 560 km, vesta 490 km, hygeva 388 km, juno 360 km, dan davida 272 km. 

2. Meteor


Meteor adalah bagian dari benda angkasa yang strukturnya tersusun atas pecahan batuan yang berasal dari angkasa, kemudian jatuh ke permukaan dan masuk ke bagian dalam atmosfer bumi. Setelah meteor memasuki permukaan atmosfer bumi, maka akan terjadi proses gesekan antara udara. Hal ini dapat menyebabkan benda angkasa tersebut akan menjadi bersuhu panas dan hingga pada akhirnya terbakar. Sebagian dari meteor ada yang tidak terbakar atau meteor yang masih dalam keadaan utuh akan turun menuju permukaan bumi yang disebut dengan istilah meteorit. Dari peristiwa tersebut antara meteor yang berukuran besar akan saling bertumbukan dengan bumi, sehingga dari kejadian ini menghasilkan lubang dengan diameter yang besar tepat pada permukaan bumi. Lubang dari hasil benturan tersebut dinamakan dengan istilah kawah meteorit. Contoh dari kawah meteorit ini terdapat di Amerika Serikat, yaitu kawah Meteorit Arizona yang memiliki ukuran lebar mencapai 1.265 m.

3. Komet


Komet ialah benda langit yang mempunyai unsur dan komponen penyusunnya berupa es dan gas yang membeku. Benda yang berada di angkasa ini selalu mengorbitkan matahari dalam suatu lintasan tertentu yang mempunyai bentuk lintasan elips. Bentuk dari komet terdiri dari bagian kepala dan ekor. Karakteristik dari bagian kepala komet mempunyai diameter sebesar 65.000 km atau dapat lebih besar dari ukuran diameter tersebut. 

Komet yang terkenal dalam tata surya adalah Halley yang ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Edmond Halley. Komet jenis ini dapat muncul ke bumi dengan masa periode rata-rata sekitar 76 sampai 79 tahun lamanya. Komet Halley terakhir nampak di angkasa pada tahun 1986 yang lalu dan berdasarkan perkiraan akan muncul kembali pada tahun 2061. Bagian dari pusat komet Halley berada dalam kondisi yang sangat gelap dan mempunyai ukuran diameter mencapai 1.024 km. Selain itu, di luar angkasa juga terdapat jenis komet Hyakutake, Hale-Bopp, dan komet yang lainnya.


4. Satelit


Satelit merupakan bagian yang terdapat di masing-masing planet dalam sistem tata surya. Di luar angkasa satelit beredar mengitari planet dan matahari secara bersamaan pada lintasannya. Perlu kita ketahui bahwa satelit juga mengalami rotasi pada sumbu yang dimilikinya. Arah dari rotasi dan revolusi yang dilakukan oleh satelit ini akan sama dengan arah pergerakan planet, yaitu dari arah barat menuju kea rah timur. Namun, revolusi dan rotasi yang telah terjadi tersebut tidak dialami oleh planet neptunus. Dari jenis-jenis planet yang terdapat di dalam tata surya, tidak semuanya planet mempunyai satelit. Adapun planet yang tidak mempunyai satelit ini adalah planet merkurius dan venus. 

Satelit yang ada di bumi satu-satunya adalah bulan. Bulan mempunyai ukuran diameter kurang lebih 3.476 km atau dapat diasumsikan sekitar seperempat dari diameter yang terdapat pada bumi. Jarak bulan ke bumi secara rata-rata adalah sekitar 384.000 km dan jangka waktu atau periode revolusi bulan dengan bumi mencapai 29,5 hari. Artinya, periode antara rotasi dan revolusi pada bulan sama, yaitu sekitar 29,5 hari.

Periode bulan mengitari bumi memerlukan waktu selama 30 hari atau sebulan. Hal ini dapat menyebabkan bulan terus bergerak dari waktu ke waktu hingga mampu menimbulkan peristiwa perubahan letak posisi sudut yang di bentuk dari garis penghubung benda angkasa berupa matahari, bulan, dan bumi. Dari peristiwa tersebut maka dapat terjadilah perubahan sudut yang akan menyebabkan timbulnya perubahan penampakan bulan jika diamati dari sudut bumi dan ini lah yang disebut dengan istilah fase bulan. Apabila bagian dari bulan berada diposisi paling dekat dengan matahari, maka dari bagian bulan tersebut akan nampak gelap. 

Sumber : 
http://edu.anashir.com/2014/03/asteroid-meteor-komet-dan-satelit-di.html
Penjelasan Komponen-Komponen Tata Surya 2 (Asteroid, Komet, Meteoroit) Penjelasan Komponen-Komponen Tata Surya 2 (Asteroid, Komet, Meteoroit) Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 14, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar