Paragraf Opini - Pengertian & 4 Contohnya

Paragraf Opini - Pengertian & 4 Contohnya - Paragraf jika didasarkan pada keabsahan muatan atau isinya dapat diklasifikasikan ke dalam dua macam yakni paragraff opini dan paragraf fakta. Dalam hal ini pembahasan akan lebih tertuju pada paragraf opini. Paragraf opini adalah paragraf yang yang di dalamnya berisikan pendapat sesorang terhadap suatu fenomena, kejadian, atau hal lainnya berdasarkan subyektivitasnya.

A. Ciri Paragraf Opini :


1. tidak terdapat kalimat fakta di dalamnya.
2. di dalamnya didominasi oleh penggunaan kata-kata relatif atau tidak terukur secara pasti seperti cantik, tampan, bagus, jelek, rasa, dan seterusnya.
3. Muatan di dalamnya tidak bersifat mutlak atau masih bisa didiskusikan.

Selanjutnya perhatikan beberapa contoh paragraf opini berikut ini :

Contoh 1 :

Sosok Dahlan Iskan dirasa patut diacungi jempol. Hal tersebut tentu saja dilihat dari berbagai aspek dalam kehidupannya sehari-hari. Ia berangkat dari keluarga tidak mampu dan serba kekurangan dalam hal materi. Namun itu semua tidak membuatnya putus asa dan menyerah dengan kenyataan yang ada. Ia terus berusaha hingga akhirnya keberadaannya mendaparkan pengakuan dari orang-orang disekelilingnya. Meskipun kini Dahlan telah berhasil meraih kesuksesan, namun itu semua tidak membuat dirinya sombong. Ia tetap bersahaja dalam kesehariannya. Bahkan tak sedikitpun dari penampilannya yang menyiratkan bahwa dirinya adalah sosok orang terpandang dan kaya raya. Dalam sisa hidupnya, banyak yang Dahlan lakukan untuk aktivitas sosial dan lain sebagainya. Indonesia sangat memerlukan sosok Dahlan Iskan demi kemajuan serta kesejahteraan bangsa dan negara.

Penjelasan :

Paragraf di atas membahas tentang seorang tokoh yang diceritakan berdasarkan pendapat pribadi penulisnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak terdapatnya fakta berupa data-data valid tentang apa yang diutarakan. Peryataan lebih bersifat pendapat pribadi tanpa adanya sajian berupa fakta di dalamnya. Berbagai peryataan yang berisikan pandangan subyektif tersebut mengindikasikan bahwa paragraf di atas adalah paragraf opini. 

Selanjutnya perhatikan kembali contoh paragraf opini pada contoh 2 – 4 berikut!

Contoh 2 :

Novel-novel karya Habiburrahman Al-Shirazy banyak mengisahkan tentang kehidupan seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Kisah-kisah semacam ini tertuang dalam novel-novel hasi besutan dirinya. Sebut saja Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta, Cinta Suci Zahrana, dan lainnya. Hampir seluruh isi novel tersebut berisikan tentang kisah humanis, religius, dan cara pandang seorang hamba dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Menurut penulis, pengarang novel-novel tersebut sangat apik dalam mengemas kisah-kisah menarik bertemakan religiusitas ke dalam suatu wadah yakni karya sastra novel. Novel-novel karya Kang Abik ini sangat baik untuk dibaca oleh semua kalangan. Penulis sendiri sangat menggemari karya-karya pengarang. Secara pribadi, penulis sedikit banyak tersadar akan esensi dari kehidupan ini yang pada intinya akan bermuara pada kehidupan kekal nan abadi yakni kampung akhirat. Oleh karenanya penulis secara pribadi berani menyatakan bahwa novel-novel karangan Habiburrahman El-Shirazy adalah salah satu mahakarya terbaik yang pernah dimiliki oleh anak bangsa sepanjang sejarah perkembangan sastra populer di Indonesia.

Contoh 3 :

Penggunaan arloji atau jam tangan secara fungsional adalah sebagai pengingat waktu. Namun dewasa ini jika mengenakan arloji hanya sebatas sebagai pengingat waktu semata, maka penggunaan aksesoris jenis ini akan semakin banyak ditinggalkan. Hal tersebut jika penggunaan arloji didasarkan pada alasan peranan serta fungsinya. Mengingat saat ini kita dapat dengan mudah mengetahui waktu hanya dengan melihat jam digital yang tertera di handphone. Saat ini handphone memiliki peranan vital bagi aktivitas keseharian sebagian besar masyarakat. Dengan semakin mudahnya mengetahui waktu hanya melalui layar handphone, sepertinya arloji akan banyak ditanggalkan oleh sebagian orang. Namun pendapat sepertinya itu menurut penulis tidak spenuhnya tepat. Industri arloji hingga kini tetap melebarkan sayapnya dengan berbagai inovasi di dalamnya. Alasan menggunakan arloji menurut penulis tidak hanya disandarkan pada aspek fungsionalnya saja. Lebih dari itu, arloji difungsikan sebagai aksesoris pemanis penampilan si pemakainya. Hal ini penulis rasa telah memasuki ranah estetis dari pentingnya berpenampilan menarik melalui pemakaian arloji. Alasan tersebutlah yang mmbuat arloji tetap berada di pergelangan tangan para penggemarnya sejak dahulu hingga sekarang. 

Contoh 4 :

Nasi padang merupakan salah satu kuliner asli Indonesia asal dari Sumatera Barat. Kuliner yang satu ini terkenal dengan cita rasanya yang khas dan sangat nikmat untuk disajikan dimana saja dan kapan saja. Karena kelezatannya, nasi padang digolongkan ke dalam salah satu sari makanan terenak di dunia. Satu hal yang perlu diingat dari kekhasan nasi padang adalah cita rasa pedasnya yang cukup menggoyang lidah. Sayangnya, semakin jauh dari tempat asalnya yakni di Sumatera Barat, nasi padang semakin tidak terasa cita rasa pedasnya. Banyak para pelaku usaha restauran padang yang beralasan bahwa diperlukan adanya penyesuaian selera warga setempat agar bisnis tetap berjalan. Namun menurut penulis, hal tersebut tidaklah esensial untuk dilakukan. Orisinalitas dari masakan padang harus tetap terjaga secara kompleks baik dalam hal cita rasanya, cara penyajiannya, filosofinya, sampai pada rasa pedasnya. Seluruh aspek yang ada pada kuliner yang satu ini secara utuh mengacu pada satu kuliner yang asli yakni nasi padang. Rasanya perlu untuk memperkenalkan keaslian cita rasa masakan padang dengan rasa pedasnya yang menggoyang lidah kepada seluruh penikmatnya di seluruh tanah air, terlebih di sleuruh dunia. 

Sumber :
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/contoh-paragraf-fakta-dan-opini-lengkap-dalam-bahasa-indonesia.html
Paragraf Opini - Pengertian & 4 Contohnya Paragraf Opini - Pengertian & 4 Contohnya Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 26, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar