Paragraf Induktif - Pengertian dan 4 Contohnya

Paragraf Induktif - Pengertian dan 4 Contohnya - Paragraf induktif ialah paragraf yang letak ide pokok atau gagasan utamanya berada di akhir paragraf. Ide pokok atau gagasan utama suatu paragraf terletak pada kalimat utama. Pada paragraf induktif, kalimat utama yang memuat ide pokok atau gagasan utama berada di akhir paragraf. Sedangkan di awal hingga akhir paragraf berisikan kalimat-kalimat penjelas yang mendukung ide pokok atau gagasan utama pada kalimat utama.

Selanjutnya perhatikan beberapa contoh dari paragraf induktif beserta penjelasannya berikut!

Contoh 1:

Banyak hal yang dapat diperoleh dari kegiatan menulis. Sejatinya menulis bukanlah hanya sekedar aktivitas menggoreskan pena di atas kertas saja. Lebih dari itu, hakikat dari menulis adalah menuangkan segala apa yang ada dalam hati dan pikiran kita ke dalam sebuah tulisan. Aktivitas menulis sangatlah baik bagi siapa saja tak terkecuali para pelajar, cendikiawan, pengusaha, ibu rumah tangga, dan seterusnya. Ketika hendak menulis, sebenarnya kita telah melakukan tahap kesekian dari proses belajar. Sebelum memulai menulis, terlebih pada bentuk penulisan artikel atau karya ilmiah lainnya, tentu saja terlebih dahulu kita akan memulai riset. Melalui riset inilah kita akan mulai membaca referensi, mencari data-data pendukung, dan seterusnya. Disadari atau tidak, sebelum memulai aktivitas menulis justru kita telah terlebih dahulu melakukan aktivitas belajar. Belum lagi ketika memulai sebuah tulisan, materi referensi yang telah dipelajari tentu akan semakin mengena dalam pikiran kita. Aktivitas menulis sejatinya adalah sebuah kegiatan pembelajaran yang sangat baik bagi kita semua. 

Penjelasan :

Letak kalimat utama pada paragraf di atas berada di akhir paragraf. Ide pokok atau gagasan utama paragraf termuat dalam kalimat utama yakni “Aktivitas menulis sejatinya adalah sebuah kegiatan pembelajaran yang sangat baik bagi kita semua.” Sedangkat kalimat-kalimat penjelas terletak di awal hingga pertengahan paragraf. Hal tersebut mengindikasikan bahwa paragraf di atas adalah paragraf induktif.

Contoh 2 :

Masalah kerusakan lingkungan akibat sampah masih menjadi persoalan pelik yang tak kunjung terselesaikan. Permasalahannya bukan pada bagaimana cara pengelolaan sampah hingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik atau bahan daur ulang. Satu hal yang perlu menjadi konsentrasi terhadap kebersihan lingkungan adalah kurangnya kesadaran warga masyarakat dalam menempatkan sampah pada tempatnya. Ketidakteraturan perilaku masyarakat dalam membuang sampah ini menimbulkan dampak buruk yang luar biasa. Salah satu dampak yang sangat mudah terlihat adalah perubahan fisik lingkungan yang semula bersih menjadi kotor. Hal tersebut membawa dampak lainnya yakni ketidaknyamanan dalam menempati sebuah lingkungan. Sejatinya membuang sampah di tempatnya adalah hal yang sangat ringan untuk dilakukan. Akan tetapi kurangnya kesadaran akan pentingnya kenyamanan dalam menempati sebuah lingkungan, menjadikan perilaku membuang sampah di sembarang tempat seolah menjadi suatu kebudayaan yang sulit untuk dirubah. Kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya haruslah terpatri dalam pribadi setiap warga masyarakat di lingkungan yang mereka tinggali.

Penjelasan :

Ide pokok paragraf di atas terletak pada kalimat utama di akhir paragraf yakni “Kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya haruslah terpatri dalam pribadi setiap warga masyarakat di lingkungan yang mereka tinggali.” Kalimat-kalimat sebelumnya adalah kalimat penjelas yang berisikan alasan, fakta, serta penjelasan pendukung yang selanjutnya mengarah pada gagasan utama atau ide pokok yang berada di akhir paragraf.

Selanjutnya perhatikan contoh paragraf induktif pada contoh paragraf 3 – 4 berikut!

Contoh 3 :

Berolah raga tidaklah selalu harus melakukan aktivitas secara kolektif, menggunakan peralatan khusus, dan segala hal kompleks lainnya. Meskipun berolah raga secara kolektif akan terasa lebih mengasyikkan. Selain itu jika menggunakan peralatan khusus, hasil dari berolah raga akan terlihat lebih efektif dan efisien. Akan tetapi berolah raga juga dapat dilakukan tanpa membutuhkan hal-hal semacam itu. Banyak hal yang bisa kita lakukan (olah raga) dalam rangka menjaga tubuh agar tetap bugar dan sehat. Tentu saja dengan cara yang amat sederhana. Misalnya saja berjalan kaki, lari pagi, push-up, sit-up, bersepeda, pull up, scoot jump, dan masih banyak lagi. Jenis olah raga tersebut tentu saja sangat mudah untuk dilakukan tanpa harus tersedia peralatan khusus atau rekan separing. Dengan demikian tak ada lagi alasan untuk tidak berolah raga. Olah raga ringan sejatinya dapat menjadi alternatif yang baik untuk tetap bugar dan sehat setiap hari.

Contoh 4 :

Naiknya suhu tubuh yang cukup tinggi hingga beberapa hari nampaknya perlu dicurigai bahwa hal tersebut adalah salah satu dari gejala demam berdarah. Selain itu perlu juga untuk mengetahui gejala lain dari penyakit tersebut misalnya seringnya terjadi pendarahan di hidung atau yang dikenal dengan sebutan mimisan dan munculnya bintik-bintik berwarna merah pada lengan dan bagian tubuh yang lain. Setiap gejala pada penyakit apapun tak terkecuali pada penyakit demam berdarah, seyogyanya dapat dengan cepat disadari kemudian dicarikan solusi untuk mengatasinya. Hal tersebut rasanya perlu untuk dilakukan agar tidak berlanjut pada penyakit yang dikhawatirkan.  Karenanya perlu untuk memahami berbagai gejala yang terjadi agar demam berdarah dapat teratasi sebelum menjangkiti tubuh.

Sumber :
http://ruangseni.com/3-contoh-paragraf-induktif-tentang-kesehatan/
Paragraf Induktif - Pengertian dan 4 Contohnya Paragraf Induktif - Pengertian dan 4 Contohnya Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 26, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar