Paragraf Generalisasi - Pengertian dan 4 Contohnya

Paragraf Generalisasi - Pengertian dan 4 Contohnya - Paragraf generalisasi adalah jenis paragraf yang menggeneralisasikan secara umum beberapa data dan fakta yang disajikan sebelumnya pada kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas di awal paragraf yang berisikan data dan fakta tersebut selanjutnya akan disimpulkan secara umum / general pada kalimat utama di akhir paragraf. Karenanya paragraf ini menggunakan pola penalaran umum-khusus (induktif) yang memuat ide pokok atau gagasan utama di akhir paragraf.

Agar lebih jelas, perhatikan beberapa contoh paragraf generalisasi berikut beserta penjelasannya!

Contoh 1 :

Salah satu indikator majunya suatu bangsa dapat dilihat dari intensitas kemajuan sistem transportasinya. Suatu bangsa dapat dikatakan maju jika seluruh aspek infrastruktur dan sumber daya manusia serta perkembangan teknologi telah mengalami perkembangan yang demikian pesat. Akan tetapi cukup dengan melihat salah dari salah satu aspek saja kita dapat mengetahui suatu bangsa dapat dikatakan maju atau tidak yakni dari aspek transportasi masalnya. Jakarta dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di dunia. Selain itu transportasi masalnya juga terbilang berbiaya mahal, kurang menjamin keamanan, serta kenyamanan penggunannya. Beberapa jenis kendaraan umum lainnya berada dalam kondisi tidak layak operasional. Tentu hal ini sangat membahayakan warga masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi. Karena alasan tersebut, masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang harus bersusah payah menggunakan transportasi umum. Dengan adanya kondisi demikian, dapat dikatakan bahwa bangsa ini belumlah dapat dikatakan sebagai negara maju karena sistem transportasinya masih buruk. 

Penjelasan :

Pada paragraf di atas menjelaskan mengenai masalah kemacetan yang menjadi salah satu indikator maju atau tidaknya suatu bangsa. Pada teks juga dinyatakan fakta-fakta yang terjadi di kota Jakarta dengan segala hiruk-pikuk kemacetan lalu lintasnya. Selain itu persoalan transportasi juga menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Pada kalimat utama di akhir paragraf digeneralisasikan dengan penyimpulan bahwa bangsa Indonesia belumlah dapat dikatakan sebagai Negara maju karena sistem transportasinya yang demikian buruk.

Contoh 2 :

Angka kriminalitas di wilayah perkotaan semakin naik pada titik yang mengkhawatirkan. Bentuk-bentuk tindak kriminalitas yang umumnya terjadi di lingkungan masyarakat diantaranya ialah pencurian, penjambretan, penodongan, dan lain sebagainya. Akhir-akhir ini marak kasus perampasan sepeda motor dengan modus berpura-pura meminta tolong di jalanan. Tentu hal ini akan semakin membuat warga masyarakat resah dan takut jika hendak berpergian, terlebih bagi para wanita dan anak-anak. Maraknya kasus kriminalitas ini ditengarai merupakan akibat dari dampak krisis perekonomian yang tak kunjung membaik. Selain itu aparat keamanan juga belum mampu bertindak tegas serta bekerja dengan sebaik-baiknya dalam menegakkan hukum. Kedua aspek tersebut seharusnya menjadi fokus utama bagi para pemangku kebijakan yakni pemerintah untuk dapat dicarikan solusinya. Pemerintah dirasa belum mampu untuk menjawab persoalan ekonomi yang berbuntut pada masalah kriminalitas di negeri ini. 

Penjelasan :

Pada paragraf di atas menjelaskan tentang persoalan maraknya tindak kriminalitas di wilayah perkotaan. Hal tersebut salah satunya dilatarbelakangi oleh krisis perokonomian bangsa yang tak kunjung membaik. Pada kalimat utama di akhir paragraf menggeneralisasikan sebuah simpulan akhir bahwa segala persoalan tersebut adalah akibat dari ketidakmampuan pemerintah dalam menjawab permasalahan ekonomi yang berdampak pada masalah kriminalitas tersebut. 

Selanjutnya perhatikan kembali contoh paragraf generalisasi pada contoh 3-4 berikut :

Contoh 3 :

Beberapa saat setelah penjelasan materi bahasa dan sastra Indonesia tentang resensi, pak Ruslan memberikan tes sederhana berkaitan dengan materi yang disampaikan. Ia membagi kelas dengan beberapa kelompok belajar. Selanjutnya Pak Ruslan menunjukkan sebuah novel mini berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El-Shirazy. Ia meminta anak-anak untuk meresensi novel tersebut dalam waktu 30 menit. Setelah 30 menit berlangsung, anak-anak diminta untuk mengumpulkan hasil resensi yang telah mereka buat bersama dengan kelompoknya masing-masing. Hasilnya sebagian kelompok menunjukkan hasil resensi yang sangat baik. Sedangkan sebagian lainnya masih belum memahami tentang hakikat meresensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penjelasan materi resensi dirasa belum maksimal dan belum mencapai target optimal.

Contoh 4 :

Tayangan televisi dewasa ini agaknya kurang memperhatikan aspek edukasi di dalamnya. banyak diantara sinema eletronik, realitiy show, talk show, dan segala bentuk program acara TV yang memuat unsur hedonis, sekuler, pragmatis, dan lain sebagainya. Hal ini tentu sangat tidak baik bagi anak-anak usia sekolah yang notabene berada pada segmentasi di bawah umur. Terlebih lagi pada sinetron yang memiliki jumlah penonton terbanyak diantara program TV lainnya. Program-program di dalamnya lebih banyak memuat unsur kenakalan remaja, pacaran di usia dini, pergaulan bebas dan sejumlah unsur negatif lainnya. Jika dibiarkan berlarut-larut, secara tidak langsung tayangan-tayangan tersebut akan berdampak buruk bagi perilaku generasi muda yang selama ini menikmati program acara TV tersebut. Beberapa lembaga yang berperan sebagai filter bagi tayangan tersebut nampaknya tak mampu menjalankan fungsinya secara utuh. Selain itu pemerintah melalui kementrian serta dinas yang membidangi hal tersebut seolah tidak tahu harus berbuat apa. Segala kesemerawutan tayangan telivisi yang tak terawasi dengan benar tersebut merupakan akibat dari lalainya sejumlah lembaga dalam mengawasi dan mengontrol. 

Sumber :
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-dan-contoh-paragraf-generalisasi-lengkap.html
Paragraf Generalisasi - Pengertian dan 4 Contohnya Paragraf Generalisasi - Pengertian dan 4 Contohnya Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 26, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar