Indera Pendengaran & Sistem Pendengaran Pada Manusia

Indera Pendengaran & Sistem Pendengaran Pada Manusia - Indra pendengar pada tiap-tiap jenis makhluk hidup adalah telinga. Telinga terdiri dari bagian kanan dan kiri yang saling berkesinambungan dalam menjalankan proses pendengaran. Dengan adanya telinga, seseorang mampu mendengar serta merespon suatu tanggapan yang berada disekitarnya dengan baik. Sistem pendengaran akan berhubungan langsung dengan otak, sehingga dapat merefleksikan gaya apabila sistem pendengaran tidak terganggu.          

Sistem Pendengaran Pada Manusia


Manusia dapat mendengar karena adanya rangkaian atau komponen-komponen yang saling ketergantungan di dalam telinga. Sistem pendengaran manusia juga memiliki ambang batas tertentu dari suatu rangsangan sumber bunyi. Adapun sistem pendengaran pada manusia ini terdiri dari telinga dan meliputi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

a. Telinga Luar

Pada bagian telinga luar manusia terdiri atas beberapa bagian yang membentuk strukturnya, yaitu meliputi daun telinga (pinna). Daun telinga merupakan struktur bagian telinga yang terletak dibagian paling luar dan membatasi antara bagian luar kepala dengan saluran telinga. Fungsi daun telinga salah satunya ialah dapat membantu dalam mengumpulkan suara dan meneruskannya menuju ke saluran telinga. Pada saat suara yang diterima oleh daun telinga memantul, maka suara tersebut akan melalui tahap penyaringan. Dengan demikian seseorang dapat mengetahui letak asal sumber suara yang didengarkannya. 

Dibagian telinga juga terdapat liang telinga (meatus auditorius eksternus) merupakan bagian yang sangat vital dalam penangkapan suara. Selain itu, terdapat juga gendang telinga (membran timpani) yang merupakan pemisah antara tulang luar dan tulang tengah serta terdiri atas lapisan tipis sebagai penyusun strukturnya. Adapun fungsi dari gendang telinga ini adalah sebagai alat penyalur getaran suara yang diterima dan diteruskan menuju tulang pendengaran  yang ada di bagian dalam telinga tengah.

b. Telinga Tengah

Bagian dari telinga tengah pada makhluk hidup adalah berada di rongga udara yang terletak dibagian belakang gendang telinga. Adapun struktur dari telinga tengah ini adalah sebagai berikut :

1.  Tulang Martil (malleus)

Jenis tulang ini memiliki bentuk lunak dan seperti martil yang memberikan bentuk untuk tulang pendengaran disekitar tulang tengah.  Salah satu fungsi dari tulang ini pada sistem pendengan manusia adalah sebagai aseptor yang dapat meneruskan getaran suara yang berasal dari gendang telinga menuju ke tulang landasan dalam telinga. Tulang ini tersusun dibagian permukaan dalam gendang telinga dan tulang landasan untuk ujung lainnya. 

2. Tulang Landasan (Incus)

Tulang landasan mempunyai ukuran tulang yang kecil dan berbentuk seperti halnya landasan. Berfungsi sebagai penghubung antar tulang sanggurdi dan tulang martil sebagai tulang sistem pada pendengan. 

3. Tulang Sanggurdi (Stepes)

Terletak dibagian paling akhir untuk tahap pendengaran yang terdapat di telinga bagian dalam. Tulang sanggurdi ini mempunyai bentuk yang menyerupai sanggurdi kuda dan berukuran cukup kecil.

4. Otot Stapedius

Otot stapedius merupakan jenis penyusun otot rangka yang berukuran kecil di dalam tubuh manusia dan mempunyai ukuran panjang berkisar 1 milimeter. Otot stapedius ini juga dilengkapi dengan salah satu saraf yang langsung menghubungkannya ke otak, yaitu berupa jenis saraf nervus facialis. Apabila otot stapedius ini mengalami gangguan yang tidak dapat menjalankan fungsinya, maka dapat menimbulkan risiko pelebaran proses osilasi dibagian tulang sanggurdi. Dengan demikian, dapat memicu terjadinya peninggian getaran suara. Perlu diketahui bahwa apabila telinga seseorang menerima sumber suara yang melebihi kemampuan rata-rata ambang pendengaran manusia, maka akan menyebabkan rusaknya gendang telinga dan dapat terjadilah ketulian. 

5. Saluran Eustachi

Struktur saluran yang menghubungkan bagian dari telinga luar dangan telinga tengah dan saluran ini terletak dibagian dalam telinga. Pada bagian dari saluran eustachi ini dapat terjadi pengumpulan suara dan mengalami pengaturan ukuran besar frekuensi disesuaikan dengan kemampuan ambang bunyi rata-rata yang mampu diterima pada sistem pendengaran manusia. Saluran eustachi ini juga tersusun atas lemak, air, kelenjar perilimfe dan kelenjar endolimfe sebagai kandungan yang dapat mendukung pada saat terjadinya proses sistem pendengaran pada manusia.

c. Telinga Dalam

Telinga dalam pada manusia juga tersusun atas beberapa bagian yang dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam membentuk sistem pendengaran. Struktur telinga dalam pada manusia ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

1. Rumah Siput

Rumah siput atau koklea merupakan bagian pada telinga dalam yang terdiri atas tiga bagian, yaitu skala timpani, skala vestibuli, dan skala media. Bagian tersebut akan nampak apabila koklea diamati dengan cara penampang yang melintang. Skala timpani ini berhubungan dengan bagian telinga bagian tengah melewati tingkap bulat. Secara umum bagian dari skala vestibuli adalah menghubungkan tulang sanggurdi dengan bagian jendela berselaput atau tingkap yang berbentuk oval. Fungsi utama koklea adalah menyerap suara getaran yang berasal dari membran timpani. 

2. Membran Basilaris

Membran ini menyerupai bentuk seperti senar dan mempunyai berbagai variasi ukuran lebar dan tebalnya. Membran basilaris dalam kerjanya dapat membentuk getaran yang menyerupai gelombang dan memiliki sifat yang sangat sensitif frekuensinya terhadap getaran suara yang diterima.

Sumber : 
http://fisika-online1.blogspot.co.id/2015/07/sistem-pendengaran-pada-manusia.html
Indera Pendengaran & Sistem Pendengaran Pada Manusia Indera Pendengaran & Sistem Pendengaran Pada Manusia Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 13, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar