Definisi Pembentukan Bayangan pada Cermin & Penjelasannya

Definisi Pembentukan Bayangan pada Cermin & Penjelasannya - Cermin merupakan suatu kaca bening yang pada bagian dari salah satunya di lapisi dengan raksa yang dapat memantulkan sinar jika mengenai permukaannya. Cermin datar adalah kaca yang pada bagian belakangnya dilapisi dengan amalgam perak, sehingga cermin datar dapat menerima seluruh berkas cahaya yang mengenai permukaannya. Dengan demikian dapat berlaku Hukum Pemantulan Cahaya yang dikemukakan oleh ilmuan bernama Snellius. Adapun bagian dari hukum tersebut adalah sebagai berikut : 

- Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terdapat pada bidang datar
- Besar sudut datang (i) akan sama dengan sudut pantul 

Pada cermin datar pembentukan bayangan dibentuk oleh perpotongan perpanjangan dari sinar yang berasal dari pantulan. Tahap dalam pembentukan bayangan pada cermin datar adalah sebagai berikut :

1. Benda terletak di depan cermin datar
2. Berlakunya Hukum Pemantulan pada cermin
3. Pada bagian ujung benda akan menerima sinar datang pertama dan kemudian mengenai permukaan cermin. Setelah itu, akan dipantulkan oleh cermin. Sinar pantul yang terbentuk ini diperpanjang dengan putus-putus
4. Pada ujung benda yang diletakkan di depan cermin akan menerima pancaran sinar ke dua. Lalu, dipantulkan dengan cermin
5. Dari hasil penyinaran tersebut pertemuan antara sinar datang dan sinar pantul saling berpotongan yang merupakan bayangan dari ujung benda
6. Selanjutnya sinar ke tiga akan dipancarkan melewati pangkal benda, kemudian akan dipantulkan oleh cermin 
7. Terbentuklah suatu bayangan yang berasal dari pemantulan cermin datar

A. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cembung


Cermin cembung merupakan salah satu alat optik yang menpunyai bentuk permukaan pantul melengkung atau membelok ke luar. Salah satu contoh dari cermin cembung ini adalah sebuah kaca spion kendaraan motor ataupun mobil. Pada saat seberkas cahaya rata dengan sumbu utama akan dijatuhkan terhadap cermin cembung dan berkas dari sinar tersebut terpantulkan atau divergen. Dengan demikian cahaya yang masuk seakan-akan berasal dari salah satu titik fokus lensa cembung. 

Bagian-bagian dari cermin cembung ini terdiri atas tiga macam sinar istimewa. Adapun proses pembentukan dari sinar-sinar istimewa yang terdapat dalam cermin cembung ini adalah sebagai berikut :

1. Pada sebuah cermin cembung ketika sinar datang sejajar dengan sumbu utama, maka akan terus dipantulkan seakan cahaya yang datang berasal dari titik fokus cermin
2. Sinar datang mendekati sebuah titik fokus dan akan dipantulkan dengan garis lurus terhadap sumbu utama 
3. Pancaran dari sinar-sinar tersebut akan mendekati atau mengumpul pada bagian titik pusat kelengkungan cermin. Kemudian, dipantulkan kembali seakan berasal dari titik pusat kelengkungan yang sama

Bayangan yang terbentuk pada cermin cembung ini dapat di gambarkan dengan dua sinar istimewa. Pada bagian dari depan cermin merupakan ruang IV, sehingga jarak benda antar cermin tetap berada pada ruang IV. Sifat dari bayangan yang terbentuk oleh cermin cekung adalah maya, diperkecil, dan sama tegak terhadap objek aslinya. Hal ini yang menyebabkan apabila kita mengamati objek melalui kaca spion kendaraan akan terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan objek aslinya. Selain itu, kaca spion juga dapat menjangkau bayangan ruang yang lebih berukuran luas. 

Ketentuan dalam melukiskan bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung adalah memperhatikan jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan selalu berjumlah sebanyak lima. Kemudian, suatu objek yang berada di ruang II dan III selalu mendapatkan berupa hasil bentuk bayangan terbalik terhadap objek aslinya. Pada ruang I dan IV akan selalu menghasilkan bentuk bayangan yang sama tegaknya terhadap objek aslinya. Perlu diketahui bahwa apabila nomor ruang bayangan lebih besar dari pada nomor ruang yang dimiliki benda, maka bayangan yang terbentuk akan lebih besar dari pada objek aslinya. Begitupun sebaliknya jika nomor ruang bayangan lebih mempunyai ukuran kecil dari nomor ruang benda, maka pembentukan dari bayangan akan selalu lebih berukuran kecil dari objeknya. 

B. Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung


Cermin cekung adalah cermin yang mempunyai bentuk permukaan melengkung ke dalam dan bersifat konvergen. Konvergen merupakan sifat yang dimiliki oleh cermin yang dapat mengumpulkan sinar. Saat terjadinya proses pemantulan cermin cekung jarak antara objek dengan permukaan cermin sangat mempengaruhi bayangan yang akan dibentuknya. Pembentukan sinar pada cermin cekung berasal dari perpotongan antara sinar pantul atau berasal dari perpanjangan sinar pantul iitu sendiri. Dengan demikian, apabila terdapat seberkas cayaha yang sejajar dipantulkan ke permukaan cermin cekung maka berkas cahaya pemantulan tersebut akan lewat hanya pada titik yang sama. Hubungan antara jarak benda, jarak fokus, dan jarak bayangan dari cermin cekung ini dapat dinyatakan dengan bantuan sistem geometrik. 

Pembentukan bayangan yang terjadi pada cermin cekung ini adalah sebagai berikut :

1. Sinar yang datang akan sejajar dengan sumbu utama dan melewati titik fokus ketika ingin dipantulkan
2. Sinar datang yang melalui titik fokus tersebut akan dipantulkan secara sejajar oleh sumbu utama
3. Dari pusat kelengkungan yang di miliki oleh cermin cekung sinar akan dipantulkan kembali melewati kelengkungan pusat dari titik cermin cekung

Sumber :  
http://www.sridianti.com/pembentukan-bayangan-pada-cermin-datar.html
Definisi Pembentukan Bayangan pada Cermin & Penjelasannya Definisi Pembentukan Bayangan pada Cermin & Penjelasannya Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 14, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar