Berbagai Penggunaan Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berbagai Penggunaan Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-Hari - Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang sebagian besar dari alat-alat yang membantu segala aktivitas manusia menggunakan penerapan optik. Alat optik merupakan salah satu alat yang dalam prinsip kerjanya menerapkan atau memanfaatkan cahaya disekitar. Oleh karena itu, pada penerapan prinsip kerja dengan menggunakan alat-alat optik dapat berlaku hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Kedua hukum tersebut menerangkan bahwa dengan adanya sinar yang memancarkan pada alat optik, maka akan terjadi pembentukan bayangan suatu benda. Karakteristik dari alat-alat optik terdiri dari lensa, prisma, cermin, dan lain sebagainya. 

Alat-Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-Hari


Telah diketahui bahwa alat-alat optik yang sering digunakan oleh seseorang dalam keseharian sangatlah cukup banyak.  Adapun alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :

a. Kamera

Kamera merupakan salah satu alat optik yang dimanfaatkan untuk mengambil gambar atau mengabadikan peristiwa-peristiwa tertentu. Alat ini sangat dikenal oleh semua orang dan hampir setiap orang pernah menggunakannya. Cara kerja dari kamera ini adalah pada saat seseorang mengambil gambar dari objek, cahaya akan dipantulkan terhadap objek tersebut. Kemudian, cahaya akan masuk dan diteruskan pada bagian dari lensa kamera. Pada kamera terdapat menu atau alat yang berupa diafragma dan pengatur cahaya (shutter) serta memiliki fungsi utama sebagai pengatur jumlah intensitas cahaya yang akan diteruskan menuju lensa kamera. Jika jumlah cahaya yang masuk pada celah lensa kamera cukup baik, maka hasil dari pengambilan gambar suatu objek melaui alat optik kamera mendapatkan hasil gambar yang jelas. Apabila menginginkan foto atau gambar yang berresolusi tajam dan tidak buram (kabur) dapat memanfaatkan pengaturan fokus lensa yang terdapat dibagian kamera.

Suatu cahaya yang merambat melalui lensa kamera berfungsi untuk memfokuskan bayangan dari benda pada film foto. Adapun bayangan yang akan terbentuk adalah nyata, terbalik, dan lebih kecil dari objek yang sesungguhnya. Perlu diketahui bahwa panjang dari ukuran bayangan yang terbentuk akan bergantung dengan panjang fokus lensa yang dimiliki. Dapat disimpulkan bahwa prinsip kerja dari alat optik kamera ini menyerupai dengan prinsip kerja organ mata pada mausia.

b. Kaca Pembesar (Lup)

Alat optik berupa kaca pembesar atau lup ini dapat digunakan sebagai alat yang dapat membantu dalam mengamati benda-benda yang berukuran mikroskopis. Dengan memanfaatkan alat ini suatu objek yang berukuran kecil dapat diperbesar dengan lensa yang terdapat pada lup, sehingga objek tersebut tampak lebih jelas. Lup tersusun atas lensa yang berbentuk cembung tebal, sehingga memiliki ukuran jarak fokus yang pendek. Sifat dari pembiasan cahaya dari lup menghasilkan sebuah bayangan yang berbentuk tegak dan diperbesar. Pada saat menggunakan kaca pembesar memungkinkan seorang pengamat mendekatkannya dengan objek yang akan diamati, sehingga dari objek tersebut akan terlihat sudut yang dibentuk menjadi lebih besar. Besar sudut yang dibentuk dari pengamatan objek yang dapat di lihat oleh mata ini sangat berhubungan dengan ukuran bayangan objek yang dibentuk pada retina mata. Besar atau kecilnya bayangan suatu objek secara umum bergantung pada sudut yang dibentuk mata terhadap objek yang sedang diamati. Ketika mengamati sebuah objek sangat disarankan untuk menggunakan lup dengan jarak tepat di titik fokus lup. Hal ini untuk mengurangi risiko mata berakomodasi minimum sehingga tidak mudah cepat lelah.

c. Mikroskop

Mikroskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopis yang tidak dapat diamati oleh kasat mata. Objek yang biasa diamati pada mikroskop adalah preparat yang berupa sayatan melintang batang atau daun pada tumbuhan. Selain itu, mikroskop juga dapat dimanfaatkan untuk mengamati suatu bakteri atau virus yang tidak dapat di lihat oleh mata secara langsung sekalipun dengan bantuan kaca pembesar atau lup. Mikroskop tersusun atas dua lensa, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Lensa okuler merupakan sebuah lensa yang berada pada bagian atas dekat dengan mata pengamat. Lensa okuler terdapat dibagian bawah yang berdekatan dengan objek yang akan diamati. 

Preparat atau benda yang akan diamati diletakkan pada bagian meja tranparan dan dikenai cahaya dari bawah. Kemudian, cahaya tersebut akan melewati lensa objektif hingga terbentuk bayangan nyata dan diperbesar. 

d. Teleskop

Teleskop merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengamati benda yang jauh agar lebih nampak terlihat dekat. Teleskop dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

- Teleskop Bias
Jenis dari teleskop ini merupakan modifikasi antara dua lensa cembung yang terdapat pada bagian pipa. Dari lensa objektif akan terbentuk bayangan dan akan mengalami pembesaran oleh lensa okuler. Diameter yang terdapat pada teleskop bias lebih besar dari pada diameter mata seorang pengamat. Dengan demikian dapat memungkinkan terjadinya peningkatan jumlah intensitas cahaya yang dipantulkan oleh suatu objek dan mampu memasuki bagian lensa teleskop bias yang akan ditangkap oleh mata bentuk bayangannya. 

- Teleskop Pantul
Cermin cekung yang terdapat di teleskop pantul merupakan bagian dari pengganti lensa objektif. Objek yang diamati dari jarak yang berjauhan ini akan terbentuk suatu bayangan di dalam rongga tabung teleskop pada saat sinar dipantulkan yang berasal dari cermin cekung.

Sumber :
 http://www.gurusinau.com/2016/12/mengenal-alat-optik-dalam-kehidupan.html
Berbagai Penggunaan Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-Hari Berbagai Penggunaan Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-Hari Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 14, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar