Uraian Pembentukan Bayangan pada Mata Serangga

Uraian Pembentukan Bayangan pada Mata Serangga - Serangga atau insecta adalah salah satu jenis makhluk hidup yang tergolong dalam kelas hewan tak bertulang belakang (avertebrata). Serangga juga termasuk ke dalam filum arthpoda yang mempunyai exoskeleton yang berkitin. Selain itu, struktur tubuh serangga terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Terdapat kaki yang berjumblah tiga pasang, mata majemuk, dan terdapat antena pada bagian kepala. Jenis makhluk hidup ini memiliki tingkat keberagaman yang cukup tinggi, sehingga  keberadaan suatu spesies berupa serangga atau insecta sangat banyak sekali. Total keseluruhan dari spesies serangga diperkirakan masih mencapai sekitar sepuluh juta dan berpotensi dalam mewakili jenis spesies sebesar 90% yang berada di bumi.

Hewan serangga yang sering dijumpai seperti belalang, kumbang, semut, lalat, dan kecoa tentunya mempunyai sistem penglihatan yang beda terhadap manusia. Perbedaan secara umum dapat diamati pada jumlah indra penglihatan, yaitu manusia memiliki jumlah sebanyak 2 mata dan serangga mempunyai banyak sekali mata untuk melihat keadaan disekitarnya. Oleh sebab itu serangga juga dikenal dengan istilah mata majemuk. 

Dari masing-masing mata yang dimiliki oleh serangga disebut dengan omatidia. Secara umum fungsi dari omatidia ini adalah sebagai reseptor indra penglihatan yang tidak menyatu. Perlu diketahui bahwa omotidia yang terdapat pada serangga ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut : 

1. Sel-sel penglihatan, bersifat sangat peka terhadap rangsangan cahaya
2. Sel-sel yang mengandung kadar pigmen, berfungsi sebagai pemisah antara omatidium dengan omatidia dari sekitarnya
3. Lensa, dibagian lensa permukaan depan terdapat datu faset mata majemuk serangga
4. Kerucut kristalin, bagian yang bersifat tembus terhadap pancaran cahaya

Omatidium yang terdapat di serangga tersebut akan memberikan rangsangan penglihatan dan berasal dari satu tempat yang diamati oleh serangga dari arah yang berlawanan ataupun daerah asal yang berbeda. Adapun bagian dari omatidia yang lain akan bekerja memberikan rangsangan penglihatan pada daerah lainnya. Setelah itu, rangsangan yang dihasilkan dari masing-masing omatidia tersebut merupakan bayangan mosaik yang dapat digunakan untuk menyusun pandangan serangga sebagai hasil respons dari masing-masing omatidia. 

Dapat dicontohkan pada salah satu jenis lalat rumah yang tersusun atas 6000 bentuk mata yang terstruktur dalam bentuk omatidium segi enam. Denga demikian, omatidium yang telah tersusun dengan rata akan dihadapkan ke arah yang berbeda-beda, meliputi bagian belakang, depan, samping kanan, samping kiri, atas, dan bawah hingga pada akhirnya lalat mampu melihat dari berbagai arah yang berbeda. Artinya, lalat rumah ini dapat mengintai musuh yang akan memusnahkannya dari sudut yang mana saja. Omatidium yang telah terpasang pada lalat mempunyai delapan neuron sel saraf reseptor atau penerima rangsangan sinar. Secara keseluruhan kalkulasi dari jumlah selnya mencapai 48.000 sel yang terdapat di dalam mata lalat rumah. Hal ini merupakan kemampuan yang dimiliki oleh lalat dapat menciptakan seratus gambar dalam hitungan per detik. 

Dari berbagai ilmuan yang mempunyai kemampuan khusus dalam bidang optika terus selalu berusaha untuk memodifikasi atau merancang alat yang dapat memudahkan pekerjaan manusia, dengan meniru sistem atau cara kerja dari omatidium yang dimiliki oleh serangga lalat rumah. Sebagai contoh umumnya adalah seseorang yang dapat mengembangkan fungsi alat detektor yang mempunyai tingkat gerakan yang tinggi. Selan itu, merancang ukuran kamera hingga berbentuk tipis dan mampu memotret objek dari berbagai arah. Hal ini dapat dimanfaatkan juga untuk bidang kesehatan dalam pemeriksaan kesehatan bagian dalam dari lambung. Rancangan dari alat tersebut terus dikembangkan agar mampu ditelan oleh seorang pasien. Apabila saat alat tersebut berada dalam lambung dengan otomatisnya dapat mengumpulkan dan menghasilkan suatu data yang melewati mata majemuk dan ditransfer tanpa perantara kabel penghubung.

Selain pengembangan alat-alat yang telah dijelaskan di atas, para ilmuan juga telah berusaha dalam mengembangkan sistem kerja mata majemuk buatan yang berukuran mini dari bagian kepala jarum pentul. Alat tiruan berupa mata majemuk tersebut tersusun atas lensa mencapai 8.500 lebih susunan lensa. Dari percobaan tersebut tidaklah berhasil dalam mengalahkan mata majemuk yang terdapat pada insekta. Pada salah satu jenis serangga capung memiliki satuan optik yang terdapat di bola matanya berkisar 30.000 tersusun dengan sedemikian rupa hingga terbentuk dalam sistem penglihatan. 

Dari penjalasan di atas masih terdapat lagi suatu hal yang cukup unik pada mata majemuk krustasea ataupun jenis insecta arthropoda. Kumpulan dari ommatidia pada masing-masing jenis serangga tentulah sangat berbeda jumlahnya. Secara umum penyatuan antara sistem penglihatan tersebut akan terbentuk seperti kepingan yang menyatu. Dengan demikian, apabila jumlah titik-titik yang terdapat di dalam bola mata insekta banyak maka penglihatan dari makhluk hidup itu sendiri akan lebih jelas dan kontras. Jika jumlah dari titik-titik hanya sedikit, maka penglihatan yang dipancarkan akan semakin kasar. Artinya, pada saat dikaitkan dengan bagian kamera yang mempuyai ukuran pixel yang tinggi, secara otomatis gambar dari suatu objek akan mempunyai resolusi yang bagus dan warna yang cukup kontras. Perlu diketahui bahwa pada serangga dapat membedakan warna karena dibagian mata terdapat beberapa pigmen.  

Sumber : 
http://www.gurusinau.com/2016/12/pembentukan-bayangan-dan-keunikan-penglihatan-pada-mata-serangga.html
Uraian Pembentukan Bayangan pada Mata Serangga Uraian Pembentukan Bayangan pada Mata Serangga Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 14, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar