Paragraf Deduktif - Pengertian dan Contohnya

Paragraf Deduktif - Pengertian dan Contohnya - Paragraf adalah kumpulan atau susunan dari beberapa kalimat yang mengusung satu buah pokok pikiran atau gagasan di dalamnya. Berdasakan letak ide pokoknya, paragraf terbagi atas tiga macam diantaranya yakni paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran. Paragraf deduktif memiliki ciri-ciri khusus yakni :

1. Ide pokok atau gagasan utamanya berada di awal paragraf.
2. Susunan kalimat-kalimatnya terdiri atas peryataan umum pada kalimat utama di awal paragraf dan peryataan khusus pada kalimat-kalimat penjelas di akhir paragraf.
3. Susunan kalimatnya berpolakan umum-khusus-khusus-khusus.

Selanjutnya perhatikan beberapa contoh paragraf deduktif berikut!

Contoh 1:

Pelanggaran lalu lintas bagi para pengendara sepertinya sudah menjadi hal yang biasa untuk dilakukan. Sebagian besar pengendara kurang memperhatikan hal-hal yang berkaitan erat dengan aturan berkendara di jalan raya. Pelanggaran yang umumnya seringkali dilakukan oleh pengendara roda dua diantaranya ialah tidak mengenakan helm, tidak membawa kelengkapan surat-surat, menerobos lampu merah, berkendara di atas trotoar, dan masih banyak lagi. Bagi pengendara roda empat juga tak luput dari berbagai aksi pelanggaran seperti ngebut, menikung dari arah kiri, menerobos lampu merah, dan lainnya. Seharusnya para pengendara sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas yang ada. Segala bentuk pelanggaran tentu akan berpotensi terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas. Tentu hal ini tak hanya akan membahayakan si pengendara itu saja, melainkan pengguna jalan lainnya juga akan menanggung resiko akibat pelanggaran yang dilakukan.

Penjelasan :

Paragraf di atas adalah paragraf deduktif yang ditunjukkan pada ide pokok atau gagasan utama yang terletak di awal paragraf. Ide pokok pada paragraf di atas termuat pada kalimat utama di awal paragraf yakni pada kalimat “pelanggaran lalu lintas bagi para pengendara sepertinya sudah menjadi hal yang biasa untuk dilakukan.” Kalimat-kalimat berikutnya adalah kalimat penjelas yang berfungsi sebagai pendukung ide pokok atau gagasan utama pada kalimat utama di awal paragraf.  

Contoh 2 :

Destinasi wisata di provinsi Lampung kini telah menunjukkan geliatnya dan mulai diminati oleh wisatawan. Hal tersebut ditunjukkan oleh data statistik yang menunjukkan peningkatan secara signifikan para pengunjung yang semula memilih berlibur di luar daerah Lampung, beralih menuju destinasi wisata di provinsi penghasil kain tapis ini. Para pengunjung tentu saja tidak hanya berasal dari wisatawan domestik saja, bahkan wisatawan dari luar negeri pun banyak berdatangan ke Lampung. Sebut saja surga bagi para peselancar dunia yakni di pantai tanjung setia di kabupaten Pesisir Barat. Setiap tahunnya tidak kurang dari 300 wisatawan mancanegara penghobi olah raga selancar yang datang ke tempat tersebut. Belum lagi tempat-tempat wisata lainnya yakni pantai labuhan jukung, air terjun way peros, air terjun curug tujuh, taman nasional way kambas, teluk kiluan, dan masih banyak lagi. Diharapkan dengan banyaknya wisatawan yang datang ke provinsi Lampung, dapat menambah pendapatan daerah serta meningkatkan perekonomian warga sekitar. 

Penjelasan :

Ide pokok atau gagasan utama paragraf terletak pada kalimat utama “Destinasi wisata di provinsi Lampung kini telah menunjukkan geliatnya dan mulai diminati oleh wisatawan.” Karena letak ide pokok atau gagasan utama yang berada di awal paragraf, maka paragraf di atas dapat diidentifikasikan sebagai paragraf deduktif. Selanjutnya kalimat-kalimat berikutnya setelah kalimat utama memiliki peran sebagai kalimat penjelas yang berfungsi sebagai kalimat pendukung bagi ide pokok atau gagasan utama pada paragraf.

Contoh 3 :

Negara merupakan sebuah entitas resmi yang di dalamnya terdapat sebuah sekumpulan manusia yang disebut sebagai warga negara. Hubungan antara negara dengan warga negaranya haruslah memiliki timbal balik yang tepat berdasarkan aturan yang berlaku secara konvensional. Negara dapat dikatakan sebagai sebuah wadah yang menaungi segala bentuk kepentingan hajat hidup warga negaranya. Negara juga bertanggung jawab atas keamanan, kesejahteraan, dan ketenteraman warga negara. Secara sistemik, negara juga mengatur segala bentuk tatanan kehidupan warga negaranya diluar kepentingan personal. Timbal baliknya adalah warga negara dituntut untuk mematuhi segala kebijakan yang diatur secara sistemik mulai dari persoalan kebijakan, keterikatan hukum, wajib pajak, dan lain sebagainya. Kesetimbangan timbal balik ini jika dipatuhi dengan baik maka akan menciptakan suatu kondisi negara yang aman, maju, dan sejahtera.

Contoh 4 :

Buah lemon memiliki ragam manfaat yang sangat baik bagi kesehatan. Sebagian besar masyarakat hanya memahami manfaat buah dengan rasa asam ini sebagai bahan campuran masakan saja. Sebagian yang lain justru hanya mengenalnya dari karakteristik fisik ataupun sifatnya yang berkulit kuning dan beraromakan khas. Lebih dari itu, ternyata buah ini memiliki ragam manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Tentu hal tersebut tidaklah mengherankan, mengingat buah ini mengandung berbagai macam nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Beberapa diantaranya ialah vitamin c (27 mg), lemak (0,2 gram), protein (0,9 gram), vitamin B1 (0,04 mg), dan masih banyak lagi. Dengan kandungan nutrisi tersebut, buah lemon berkhasiat dalam mengatasi berbagai macam masalah kesehatan seperti menstabilkan tekanan darah, membantu melancarkan pencernaan, mengatasi sakit tenggorokan, mengatasi pilek, batuk, asma, dan masih banyak lagi.

Sumber :
http://www.kelasindonesia.com/2015/02/definisi-contoh-kalimat-deduktif-induktif-dan-campuran-dalam-bahasa-indonesia.html
Paragraf Deduktif - Pengertian dan Contohnya Paragraf Deduktif - Pengertian dan Contohnya Reviewed by Ahmad Wibawa on Juli 26, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar